December 31, 2013

Last Piece About This Whole Year


"This year was hard for me."

Satu lagi tahun terlewat tanpa terasa. Dua ribu tiga belas ternyata tidak berjalan semudah perjalanan Bandung-Jakarta. Banyak hal terjadi tahun ini, peristiwa bahagia ataupun sedih. Banyak yang datang, banyak pula yang pergi. Tapi ya memang beginilah hidup kan pada kenyataannya.

Tahun 2013 memberi banyak pelajaran dan banyak cerita untukku. Rasanya semakin banyak mendengar, semakin lesu telinga ini untuk melanjutkannya, tapi di sisi lain semakin kuat pula hati ini untuk kembali berdiri dan berbuat baik, menyatukan dan membangun kembali satu-satunya hal yang sangat aku syukuri semenjak kecil. Begitu ikhlas dan sederhana rasanya keinginan itu.

Cukup, sudah cukup rasanya helaan napas ini. Cukup sampai disini perkara-perkara ini. Berat tapi memang dua tahun terakhir seperti diterpa berbagai perkara bertubi-tubi yang membuat hati ini karut marut dan perasaan campur aduk. Kadang marah, kadang senang, kadang sedih, dan pernah pula bahagia.

Tahun ini lalu ditutup dengan satu lagi kehilangan, dalam dua bulan terakhir sulit rasanya bernapas dengan tenang, apalagi untuk berpikir tenang. Dua tahun terakhir memang memberiku pelajaran hidup yang begitu berarti, terlalu banyak rasanya dalam waktu sesingkat ini. Kalo kata seorang saudara, "Seperti ada awan gelap yang sedang melingkupi keluarga kita". Ya mungkin itu memang pengandaian yang tepat. Entahlah.

Aku hanya berharap tahun depan memberi arti lebih positif, kesehatan, dan kebahagiaan yang lebih lagi untuk keluarga besar ini. Begitupun tahun-tahun berikutnya. Cukup sudah kejadian-kejadian yang terjadi di tahun-tahun kebelakang. Cukup kami yang sudah merasakan, dan janganlah buat adik-adik kami kembali merasakannya esok hari.



-----


Rasa kehilangan memang bisa membuat kita belajar banyak, tapi dapat pula membuat kita tak lagi percaya. Tinggal jalan mana yang ingin kita pilih.


another p.s.:
Are we going to the same direction? Or maybe not?
We'll see later, but hope so.

December 7, 2013


Capek tapi sayang?
Ya kayak gini ini,
susah emang jelasinnya.

November 24, 2013

Lagi-lagi kabar ini.

November, 19th 2013
Tue: 6:45 PM
Hari ini kembali mendengar kabar serupa.
Entah memang bertaburan semenjak tidak ada lagi mami,
atau hanya aku yang mulai aware dengan hal ini.

Entah mengapa sakit rasanya mendengar kabar duka darimanapun asalnya.
Seperti sedikit banyak mengerti bagaimana rasa sakitnya ditinggalkan.

Rasa-rasanya begitu banyak dibenturkan dengan hal seperti ini,
kabar duka dan rasa kehilangan.
Apa artinya ini?
Apa ini cara-Mu mengingatkanku yang masih sering lalai ini?

Jika ya, terima kasih atas peringatan dan perhatiannya.
Tapi satu hal lagi yang sekarang aku mohon pada-Mu,
bolehkah Engkau "memperhalus" teguran-Mu?
Dan bisakah itu tidak dengan menyakiti orang-orang tersayangku?


6:56 PM
Mungkin ini memang takdir.

Kenapa gue hari ini memilih baju lengan panjang dibanding kaos biasa.

Kenapa gue tadi sebelum berangkat belajar malah memilih sepatu dibandingkan memakai sendal walaupun tempat yang dituju berjarak dekat dari kosan.

Kenapa gue memilih membawa charger lengkap walau tau belum tentu terpakai.

Kenapa hari ini super membosankan gaktau mau ngapain tapi males juga mikirin akademik.

Ya, mungkin karena ini.
Gue ditakdirkan memilih semua itu untuk akhirnya pulang ke Jakarta dengan sopan buat menjenguk om yang sejak belasan hari lalu terbaring di ICU dan belum sempat terjenguk karena "kesibukan" gue semata. Ya, karena "kesibukan" gue sendiri, gue kembali masuk dalam state "terlambat".

Dan ternyata memang selalu ada kata terlambat dalam setiap kesempatan.

October 13, 2013

Entah Apa Namanya

Gatau apa ini namanya
Yang jelas jadi dengerin album maliq semaleman
Yang jelas jadi suka sama lagu-lagu di sriwedari
Sekian
Bye. 

October 6, 2013

Things That Really Bother Me That Much

Belakangan, bisa dibilang gue kembali masuk ke dalam fase kegelisahan hidup gue sendiri. Entah mengapa rasanya kok sulit juga ya untuk membuat hidup ini berjalan stabil dan normal-normal aja. Makin kesini makin banyak yang dipikirkan dan sedikit banyak mengganggu gue sih. Bikin jadi gelisah, bikin diri sendiri jadi gak tenang.

---

First of all, gue lagi merasa "aneh" sama temen sendiri. Jelas rasanya ada yang belum selesai sedari dulu, yang sekarang muncul lagi ke permukaan tanpa ada kejelasan dimana letak duduk persoalannya. Orang yang gue kenal dari dulu paling extrovert dalam lingkar pertemanan, sekarang diam. Bukannya menghindar, malah cenderung bersikap seolah tidak kenal. Dan hal itu yang juga membuat gue bingung sebingung-bingungnya. Di satu sisi setuju banget untuk saling memberi pelajaran, tapi kayaknya bukan dengan saling diam dan "pura-pura tidak kenal" gini deh. Kapan selesainya dong kalo gak ada yang ngomong kan. Dan jujur gue gak tahan. Gue gak tahan berada dalam posisi seperti ini. Walau dengan berat hati, gue mungkin akan lebih setuju bahwa berantem bacot-bacotan lebih baik daripada saling berdiam diri yang gak jelas ujungnya dimana.

Diminta untuk membuka pembicaraan, tapi bingung apa yang harus gue omongin. Udah abis gue curhatin ke orang yang tau duduk persoalannya. Kalo mau jujur, udah gak napsu mau marah-marah. Di samping juga emang gue bukan tipe orang yang bisa "menunjukkan emosi" secara eksplisit. Bisa-bisa kalo gue yang memulai pembicaraan, isinya minta maaf doang. Saking udah gak minat ngomonginnya. Udah gak peduli deh harga diri, sama temen sendiri ini. Toh mengalah bukan berarti kalah kan? Tapi emang ada benernya sih mending diomongin biar bisa saling mengeluarkan unek-unek, dengan harapan ke depannya bisa saling memperbaiki diri. Gak cuma orang lain, diri sendiri juga. Gue juga.
            
Yah gue tau gue pasti ada salahnya kalo gak ya gak mungkin kejadian ini terjadi. Buat pihak-pihak yang tersakiti, maaf ya. Sedalam-dalamnya. Gue akan coba memperbaiki diri ini. Yang suka sok hebat ini. Ingetin aja kalo gue kembali "berbuat salah". Tapi fyi, tolong perbaiki diri kalian masing-masing juga ya. Yah, itung-itung buat kebaikan kita sama-sama ke depannya. Dan semoga gue gak hanya bisa mengungkapkan ini dalam dunia maya aja. Semoga ada harinya masalah ini akan terselesaikan. As soon as possible.

---

Lalu, hal lainnya adalah wacana perpisahan. Bro bro gilak kali lo ya gue aja udah stres didiemin temen gue beberapa waktu, ini pula nambah-nambah wacana perpisahan segala. AAAAAAAA!!! Ada gak sih bukit terpencil di Bandung yang bisa dijangkau dan bisa diteriakin seenak jidat kayak di film-film? Sekali lagi, AAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!
           
Yak mungkin kalian berpikir gue lebay. Tapi lo gak tau kan gimana rasanya jadi gue. Gak tau kan isi kepala ini muter-muter "memaksa" gue memikirkan hal-hal yang seharusnya bisa tidak gue pikirkan. Kalo dari plus minus yang udah dibeberkan selama ini, ya mungkin banyakan plusnya, walaupun perlu ditekankan disini sekali lagi bahwa keuntungan-keuntungan itu gak bisa didapat secara instan, melainkan harus dengan usaha dan kerja keras masing-masing dari kita nantinya. Jadi, yang sekarang pro banget, saran gue besok-besok beneran dilakuin ya kalo udah fix akan terbentuk. Jangan omdo, jangan bikin orang lain kecewa.
     
Kalo dari sisi ego pribadi, jelas gue akan menjawab tidak setuju dengan wacana tersebut. Cuma ya emang argumen yang sama sekali tidak kuat, karena lebih cenderung berlandasakan perasaan, bisa dibilang tidak realistis malah, terlalu lemah.
      
Hasil ngobrol dengan seorang teman yang mungkin merasakan hal yang sama, sama sedihnya, sama merasa kehilangannya, ada quote yang menurut gue cukup bagus untuk penggambarannya.
"Gimana ya. Rasanya mungkin kayak dalam fase patah hati gitu kali ya, ibarat lo pacaran dua tahun trus tiba-tiba disuruh putus. Jadinya ya lesu gitu deh."
Hem mayan jijik sih sama kata-katanya, tapi bisa dibilang ada benernya sik. Mungkin bisa sedikit menggambarkan rasanya buat orang lain. Dan terakhir...

Udah siap ma, apa yang lo lakukan selama ini bisa dibilang gak berarti lagi?

Udah siap ma, kalo lagi nganggur nunggu kuliah gak ada HME lagi?
      
Udah siap ma, gak bisa sholat di HME lagi?
      
Udah siap ma, wisuda gak ada yang ngarak?
   
Atau mungkin lebih tepatnya..
Udah siap ma, mendapati perasaan awkward setelah diumumkan kalo akan berpisah?
   
Udah siap ma, gak bisa merasa "sebebas" itu lagi mondar-mandir ke HME?
    
Udah siap ma, "kehilangan" teman ngobrol dan kebodohan-kebodohan yang selama ini lo liat dan rasakan?
   
Udah siap ma, gak bisa supporteran seramai dulu lagi?
   
Udah siap ma, lebih mengerucutkan pertemanan?
   
Jawabannya nggak. Nggak untuk semua pertanyaan. Gue gak siap merasakan "kehilangan" yang begitu banyak. Gue mau tetap berada dalam kondisi itu, kondisi yang gue nikmati suka dukanya seperti hari-hari biasanya. Gue mungkin begitu egois mau tetap berada dalam comfort zone itu, tapi sejauh ini jauh dalam diri gue tetap belum bisa berdamai dengan perasaan "kehilangan" yang begitu banyak dan begitu besar ini.

Walaupun mungkin ke depannya gak akan sesignifikan itu perubahan yang terlihat dari luar, tapi tetap dari dalam diri ini rasanya akan banyak perubahan. Perubahan cara pandang, perubahan feel, perubahan kenyamanan, perubahan ini itu yang hanya bisa dirasakan pihak-pihak yang memang merasa kehilangan.

Yah pada akhirnya, gue sebagai manusia biasa hanya bisa berharap yang terbaik yang akan terjadi. Dan yakinlah Allah selalu mendengar doa hamba-Nya yang sedang berada dalam kesulitan.
Semoga ini memang yang terbaik.
Amin.

Bandung, October 6th 2013,


Risma S.
18110035
Electrical Telecommunication Engineering
Vice Minister of External HME ITB

Out Of Goodbyes

Maroon 5 Ft. Lady Antebellum
Out Of Goodbyes
Nice song (Y)


September 23, 2013

Halo, Selamat Bergabung!

Malam ini gue kembali pulang larut. Bedanya, agenda hari ini terjadinya cuma setahun sekali dan mungkin aja ini yang terakhir gue datangi saat masih berstatus mahasiswa. Amin. 

Yap, malam ini gue dan massa HME telah menerima 221 adik-adik baru kami secara resmi. Hamdallah setidaknya malam-malam lelah "nyuapin" kalian telah berakhir. Semoga ke depannya kalian makin pintar, makin baik, nggak ngilang, dan tetap commit dengan semua janji yang telah kalian ucapkan ataupun yang masih ada di hati kalian. Semoga juga kalian bisa lebih baik daripada angkatan saya dan bisa membawa nama baik HME ke seluruh sendi kehidupan yang akan kalian hadapi nantinya.

p.s.: Akhirnya gue memutuskan buat menitipkan jahim gue ke seorang bonita elektro yang pernah ngobrol dengan gue tempo hari. Air mukanya seneng banget pas dapet jahim (apa perasaan gue doang ya, gelap sih soalnya haha). Dan walaupun terhitung baru kenal udah bisa ngeledekin gue aja doi wkwk gutgut. Btw ada pengalaman seru juga yang gue dapatkan malam ini. Niat hati ingin kenalan sama bonita-bonita biar hilang awkward, eh yang gue dapatkan malah satu tubrukan dari seorang bonita karena dia mau meluk temennya saking senengnya dapet jahim, dikacangin sama bonita yang gue kasih jahim gara-gara temennya mau berbagi excitement dapet jahim, dan beberapa kali keinjek kaki gara-gara pada mau nyamperin temennya buat pelukan menyalurkan kebahagiaan karena dapet jahim pula. Jadi intinya, hati-hatilah dengan jahim karena bisa membuat Anda (mungkin) terluka.

Ya, ternyata tidak "seseram" itu untuk menerima kalian sebagai adik-adik gue secara resmi. Mungkin kemarin gue salah. Gue cuma bisa berharap kebahagiaan dan semangat kalian pada malam ini bertahan untuk selamanya, bahkan sampai kalian sudah tidak berada di kampus ini. Semoga janji-janji yang pernah terucap dari mulut kalian ataupun yang belum terucap tetap kalian laksanakan. Pokoknya, jangan sampe ilang-ilangan ke depannya. 
Sekali lagi, selamat bergabung!
Jaga terus dan tularkan semangat kalian ke teman-teman yang lain ya.

Ciao, 


Risma S.

September 18, 2013

Keteteran

Hai! Gue cuma lagi agak gelisah dan ingin menumpahkan sedikit keluh kesah disini.

Entah kenapa belakangan gue merasa agak keteteran. Parameternya bisa terlihat dari tugas dan to do list gue yang menumpuk sampe super banyak sekarang ini padahal sks dan kesibukan gue gak terlalu beda jauh dari teman-teman gue yang lain.

Jumlah sks yang gue ambil semester ini emang termasuk itungan banyak, cuma ya cuma beda 2 sks, harusnya gak terlalu signifikan sih perbedaannya.

Kesibukan himpunan juga emang lagi ada kerjaan sih, cuma bukan gue yang meng-handle langsung walaupun tetep ikut mikir, mengawasi, ikutan rapat juga, dan memberi saran sih. Tapi ya so far baru sebatas itu, harusnya menurut logika ya gak sibuk-sibuk amat.

Deadline kejar-kejaran rasanya membuat nafas tak teratur, baik tugas macem-macem apalagi deadline proposal TA yang didalamnya ada judul, latar belakang, indikator keberhasilan, dkk dkknya.

Rencana-rencana kehidupan yang awalnya mau gue kejar di semester ini pun rasanya mulai samar terlihat di depan karena siklus aktivitas yang mengharuskan berada di kampus dari pagi hingga larut yang tentunya sedikit banyak menyita waktu, tenaga, bahkan pikiran.

Yak, akhir kata harapan gue saat ini cuma satu. Semoga di akhir minggu ini banyak to do list gue yang sudah bisa terlaksana sehingga gue bisa mulai kembali mengatur nafas untuk menghadapi minggu depan yang tentu tidak kalah padatnya. Hamhem.
Amin.

September 8, 2013

What A Coincidence.

Gak sengaja memutuskan makan di suatu tempat yang kurang biasa dengan beberapa teman. Duduk menunggu beberapa saat membuat gue tersadar bahwa tempat tersebut adalah tempat yang sama dengan yang pernah gue datangi sekitar hampir dua tahun lalu.

Yap, bangunan yang masih sama, siang yang sama, tempat duduk yang ternyata persis sama, tokoh yang berbeda, dan pilihan yang juga bisa dibilang berbeda paling tidak untuk saat ini.

September 1, 2013

1st Week

The first week in 7th semester went pretty well. 

Hari pertama kuliah dalam semester ini sedikit berbeda dengan semester-semester yang gue rasakan sebelumnya. Gak ada lagi persiapan masuk kuliah, beli binder, beli pulpen, bahkan beli kertas sekalipun. Yang ada malah sedikit banyak lupa ingatan tentang Bandung, mulai "agak" kepikiran tentang masa depan, dan mulai kembali menjalani tanggung jawab yang belum selesai seutuhnya. 

Minggu pertama yang gue coba jalani dengan sebaik-baiknya tanpa keabsenan dan keterlambatan yang begitu keterlaluan. Banyak rencana selain akademik di depan mata -yang sudah tampak maupun yang masih berbentuk bayangan- yang menunggu untuk direalisasikan beriringan dengan tuntutan menjadikan kehidupan lebih terencana dan stabil. Minggu pertama yang gue awali dengan mencoba mengatur nafas secara teratur dan ditutup dengan kegiatan halal bihalal yang sifatnya nonformal dan formal.

Agenda kamar seminggu ke depan juga sudah terisi tanpa ada satu haripun yang tidak tertandai oleh warna spidol. Dan dalam minggu pertama ini gue juga dapet "tugas" baru ber-deadline November. Agak tertohok juga sih awalnya pas denger, berhubung gak ada di rencana semula, tapi ya gimana kan gak boleh lari dari tanggung jawab. Yasuw berarti harus lebih pinter lagi bagi waktu biar semua rencana di kepala terlaksana dengan baik tanpa ada yang jadi keteteran.

Sekian deh curhatan anak baru tingkat akhir.

Hope the rest also going well.
Wish me tons of luck, fellas.
Ciao! 

-Risma S. 

August 1, 2013

Mata Kuliah 2 SKS - last part

KP Day 2
Hari ini gue memulai hari di kantor jam 07.03. Kepagian sih actually tapi enak banget rasanya kantor sepi begini jadi bebas ngapain aja tanpa harus diliat aneh hehe. Semoga udah gak segan bertanya ya hari ini. Dan semoga ada teman ngobrol huhu amin. Btw hari ini gue udah dikasih segelas air putih di atas meja loh seperti karyawan lainnya. Yeay berarti gue dianggep!


KP Day 5
Tadinya udah geer banget mau dikasih kerjaan hari ini. Pagi-pagi disuruh nyolok kabel LAN (tumben, biasanya pake wifi) trus disuruh buka suatu address dan suruh download filenya. Excel dan isinya berupa singkatan-singkatan dan angka semua, sulit deh dibaca kalo nggak ngerti. Dalam hati udah berucap, "finally setelah dianggurin dari hari Senin, ada juga yang bisa gue kerjain", eh taunya malah... Siaul kirain mau sibuk di kasih kerjaan, ternyata cuma suruh masuk server internal lalu download file yang kemudian dikirim ke mas-mas pembimbingnya. Kirain mau diajarin apa gitu padahal -____- dasar.


KP Day 7
Hari ini udah mulai nyicil laporan yang bahkan topiknya aja belum gue konsultasikan ke bos manajer. Lumayanlah dapet sampe template daftar tabel hehe. Sibuk coy, hamdallah hari ini 8 jam gak terlalu berasa walaupun ini kantor super dingin cem dalem kulkas. Call me freak but hand’s dryer in the toilet is my saviour!


KP Day 8
Udah di meja saat hampir semua meja lain masih kosong, iyalah baru juga jam 07:03 di ruangan hahah. Makin hebat aja nih prestasi dateng gue makin hari makin pagi hakakkak.


Lalu, akibat "kesibukan" gue selama di kantor, sejak saat inilah gue vakum menulis kegiatan gue di kantor seharian dan juga lupa menghitung hari ini udah hari keberapa, maka mulai saat ini kita sebut saja hari selanjutnya dengan sebutan yang juga suka-suka.


KP Day Entah Berapa
Hari ini dapet ide mau ganti topik aja karena itu terlalu susah dan butuh koordinasi dan nanya-nanya ke bagian lain di lantai lain yang konon katanya orangnya juga sering sibuk. Yak dialah pembimbing KP gue yang kedua, Mas Iwan. Pas bilang ke bos manajer, dia setuju-setuju aja awalnya, trus gak berapa lama si pembimbing KP gue yang pertama malah ngajakin ketemu Mas Iwan ini yang kebetulan lagi gak sibuk di lantai 8. Jadilah gue balik ke topik semula yang di post awal gue bilang “Implementasi Penggunaan Protokol SIP Pada Koneksi Berbasis 4G” ternyata setelah ditelisik lebih jauh maksudnya kemudian menjadi “Migrasi Jaringan Interkoneksi T**elkomsel dari TDM ke IP”. Ya kalo dipikir pake akal sehat sih jauh juga kan gak nyambung sama judul pertama yang gue bilang. Hahha namanya juga newbie kak, maap ya kalo ada kesalahan :p


Lagi - KP Day Entah Berapa
Lama kelamaan gue udah mulai bisa beradaptasi dengan baik disini. Udah mulai betah walau tetep aja gaada kerjaan seperti hari-hari sebelumnya. Bahkan sempet beberapa kali main ke bazar di gedung tetangga dan makan di luar kantor loh hahah. Apalagi setelah ketemu 3 teman main dari jurusan lain udah deh makin jadi main-main dan jalan-jalannya. Gak kerasa sebulan lebih udah berjalan tanpa kesulitan dan kebosanan berarti. Tiap hari di kantor kerjanya browsing cari pengetahuan umum baru, mulai dari berita, ilmu pertelekomunikasian, kisah inspiratif, dan terkadang juga mulai cari-cari referensi yang mungkin bisa mendukung laporan nantinya. Walau gak dipungkiri, banyak juga sih godaan buat tidur siang, cabut, ngobrol, atau sekedar gangguin kerjaan mbak sebelah meja kalo lagi bosen hahaha.

Pada akhirnya gue berkesimpulan bahwa saat ini mungkin memang gue KP di tempat yang kurang menunjang pengetahuan gue buat TA idaman nantinya, tapi lalu gue berpikir gue harus "mendapatkan sesuatu" setelah selesai KP disini. Oleh karenanya, gue memutuskan bahwa gue harus menambah pengetahuan apapun yang bisa gue dapatkan selama kegiatan "bengong" ataupun "bekerja" gue di kursi ini, di samping juga menambah pengalaman dan menambah teman tentunya.


Lagi-lagi - KP Day Entah Berapa
Menjelang minggu-minggu akhir KP, makin terlatih buat cari kegiatan biar gak bosen duduk di kantor. Selain ngobrol sama pembimbing perihal informasi dan pengetahuan berkaitan sama topik laporan (yang ini wajiblah), kadang juga banyak hal yang muncul dipikiran gue misalkan tentang kementrian gue di himpunan yaitu eksternal, hal-hal yang belum sempat dikerjakan atau yang menambah baik departemen gue sendiri ataupun eksternal secara keseluruhan, mata kuliah apa aja buat semester depan, kegiatan tingkat akhir, dan keinginan pribadi yang mau gue realisasikan sembari menjalani tingkat akhir nanti (yang ini amin semoga gak sebatas wacana ya). Yah pokoknya karena masa KP udah mau berakhir, gue berkesimpulan harus dinikmati dan dimanfaatkan sebaik mungkinlah ya (baru sadar dah, kemane aje bro) haha.


Last - KP Day Minggu Terakhir
Minggu terakhir ini cuma akan gue jalani selama 3 hari pertama, ya karena mengacu pada perjanjian di awal masuk dahulu. Hari-hari terakhir ini sebisa mungkin gue habiskan dengan kegiatan super produktif yaitu mulai mengerjakan laporan! Tapi sumpah jenuhnya bukan main broh gak ada yang ngalahin. Alhasil banyak juga peralihannya buat sejenak mengistirahatkan pikiran mulai dari ngobrol sama Mbak Fit, nontonin talkshow Sarah Sechan, nonton video pintar atau lucu, mencari kesibukan dengan hp, atau sekedar gangguin orang di bbm atau WA hehe.

Hari terakhir saatnya pamit! Alhamudlillah lancar minta ttd absen sama mentor KP walaupun jadi gak klimaks akhirnya gara-gara ke-interrupt sama orang lain yang ngomongin kerjaan jadinya gue "agak" terabaikan deh hahah. Pamit seadanya sama mbak sebelah dan beberapa yang kenal cukup dekat aja. Sedih juga sih dikit, bakal kangen pasti walaupun disini gak ngapa-ngapain tapi ya udah nyaman aja gitu sama sekitarnya hehe.

-----

Overall, menurut gue KP disini enak. Ruangannya bagus, kantornya bagus, kamar mandi dan musholla super terawat dan bersih, dapet sarapan dan makan siang gratis, dan dapet kopi/teh gratis juga kali ya kalo udah jadi staf hehe. Kalo KP kerjanya pasti bengong kalo kita gak nanya-nanya, jadi jangan malu bertanya dan minta kerjaan kalo perlu. Kalo udah staf ya pasti banyak kerjaan sih kan dapet gaji juga -,-. Ohya selain itu, suasananya juga santai, outfit tiap hari juga gak kaku banget yang penting tau diri - kalo kata Mbak Fany sih smart casual yang gue terjemahkan kalo udah smart, gayanya casual juga cukup #ngaco haha asik ye. Dan waktu kedatangan dan kepulangan juga kayaknya cukup fleksibel, tapi tetep tau diri aja sih kalo datengnya telat banget mungkin sebaiknya pulang juga dilamain ya kecuali ada urusan tertentu sih hehe. Salah satu pelajaran yang gue dapet dari mbak sebelah adalah pulanglah setelah atasanmu pulang. Intinya sih, ya sopan dan tau diri ajah hehe.

Bye kantor, bye Wismul, dan dadaahh buat orang-orang di dalamnya. Semoga kita bisa ketemu lagi ya nanti mungkin di lain waktu lain kesempatan lain tempat. Siapa tau ada nasib kerja disitu kan besok-besok dan ketemu orang-orang yang pernah dikenal pas KP kan seru juga haha amin.

Mata Kuliah 2 SKS - part 2

KP Day 1 – T**elkomsel Gatot Subroto
Hari ini gue diminta bertemu Mbak Fany dari T**elkomsel di lantai 17 Wisma Mulia buat briefing perihal kerja praktik. Sesuai SMS yang masuk ke hp gue, jam 8 pagi adalah waktu pertemuannya. Tanya teman-teman sepenanggungan, mereka juga diminta ketemuan jam 8. Jadilah kami berenam memutuskan untuk berbarengan masuknya.

Berangkat dari rumah di bilangan Pondok Kelapa jam 06.00 dan berhasil sampai di Gatot Subroto jam 07.30. Lancar? Lancarnya jakarta lah ya dan yang jelas sih sesuai prediksi sebelumnya. Sampe sana, tuker KTP buat dapetin ID Visitor dan saling tunggu menunggu. Jam 08.30 barulah kita bertemu dengan Mbak Fany dan Mas Hadi yang ada di SMS itu. Ternyata mereka adalah orang-orang di bagian yang ngurus permagangan yang entah apa namanya kalo di T**elkomsel, hem HR kali ya.

Selesai dari bagian Mbak Fany dan tandatangan segala macem, kita diantar menemui mentor masing-masing, gue kebetulan kebagian di Interconnect Management di lantai 18 terpisahkan sendiri dari teman-teman gue yang lain. Sampe disitu gue disambut sama Mbak Yona si sekretaris divisi tersebut dan diantar ke ruangan manajer buat dikenalin. Namanya Pak Puguh, kayanya sih ramah cuma belum banyak tau sih karena gue masih segan dan beliau agaknya cukup sibuk nelpon mulu.

Singkat cerita hari ini yang gue dapatkan antara lain adalah:
  • Sepiring gorengan hangat
  • Seonggok anggur tak bertuan di atas meja
  • Dua buah toblerone kecil yang dikasih Mbak Fitri
  • Beberapa keping kripik sanjay-nya Christine Hakim fresh from Padang
  • Makan siang gratis
  • Akses internet tanpa batas
  • Sinyal indosat yang karut marut
  • Dan yang terpenting adalah sedikit penjelasan tentang gue harus ngapain KP disitu
Jadi, menurut penjelasan dari si bapak manajer, gue disuruh membantu project yang sedang mereka kembangkan dengan bahasa yang muter-muter yang awalnya tidak gue mengerti yang kemudian gue simpulkan kurang lebih adalah “Implementasi Penggunaan Protokol SIP Pada Koneksi Berbasis 4G”. Ya kurang lebihnya begitulah. Dan hari ini gue disuruh browsing aja cari tau segala sesuatu mengenai hal tersebut sampe mabok. Kok kayanya seru? Iya sih seru cuma bosen dan gak ngerti gimana caranya. Telmat banget? Hooh so far gue pun merasa demikian. Dari awal gue browsing yang kepikiran di kepala gue malah muka Pak Hendrawan, Pak Tutun, dan Pak Sigit Haryadi malah. Ck.

Lepas dari ruangan Pak Puguh, gue digiring ke sebuah kubikel kosong yang abis ditinggal sang empunya karena pindah lantai. Kubikel ini letaknya bertetanggaan langsung dengan kubikel Mbak Fitri dan celakanya persis terletak di depan ruang bapak manajer. Hal ini yang membuat gue kemudian tidak bisa melakukan hal-hal untuk membunuh kebosanan atau kepenatan dengan leluasa walaupun dapet koneksi internet. Jam 17.00 orang-orang pada belum pulang, yang kemudian membuat gue bingung gue boleh pulang jam berapa jadinya cuma celingak celinguk sampe setengah 6 sampe gue memberanikan diri buat pamit pulang.

Intinya sih, yang gue dapat hari ini selain poin-poin di atas adalah dikenalin sama sebagian besar orang-orang yang bekerja di lantai tersebut, khususnya bagian Interconnect Management, International Roaming, Synergy, dan Regulatory. Selain itu? Gosip menu makan siang yang katanya makin pelit karena ganti catering. Ohya, di hari pertama ini, gue juga kebingungan sebenernya mentor gue itu siapa karena banyak orang yang berkoordinasi sama gue dan gue tidak bisa menebak-nebak yang mana mentor gue yang sesungguhnya.
Sekian.

-----

Belajar dari KP hari pertama gue, ada beberapa poin yang gue soroti dan sekaligus bisa jadi tips n trik sih buat adik-adikku supaya KPnya lebih berwarna di kemudian hari :
  • Persiapkan tema KP jauh-jauh hari - Maksudnya tentukan bagian apa yang membuat lo tertarik dan berusahalah untuk mendapatkannya demi KP yang lebih baik, lebih ikhlas, dan lebih menyenangkan.
  • Ajak teman minimal 1 orang buat apply di tempat yang sama - Ini tujuannya supaya lo gak garing, awkward, dan nervous pas pertama-tama masuk. Di samping itu, bisa jadi temen ngobrol kalo ternyata KPnya gabut atau malah bisa jadi teman diskusi kalo satu bagian.
  • Pastikan lo gak dikhianati sama teman-teman lo atau paling nggak pastikan diri lo gak merasa dikhianati - Yang ini susah dijelaskan sih, ya begitu deh pokoknya.
  • KP Day 1 wajib rapih - Ini tujuannya buat meningkatkan kepercayaan diri lo dan sebagai first impression juga terhadap citra lo di mata perusahaan.
Intinya ya siapkan fisik dan mental lo karena KP is totally different with college’s life.

Mata Kuliah 2 SKS - part 1

This is weird because usually at this hour I was sitting at my cubicle in front of my laptop doin’ things and just occasionally have a chitty chat with Mbak Fit beside my desk, but now I have not even slightly move from bed starting to write this.

Halo, seperti yang pernah gue bilang di beberapa post sebelumnya kalo gue akan cerita tentang pengalaman kerja praktik gue. Well, this is it. Sebelumnya buat yang mungkin belum tau, gue jelasin singkat dulu deh. Jadi, kampus gue mewajibkan anak didiknya buat Kerja Praktik di sebuah perusahaan dengan tujuan membangun hubungan baik kampus-perusahaan dan "membuka mata" mahasiswa tentang dunia kerja yang sesungguhnya. Untuk jurusan gue, mata kuliah 2 sks ini dilaksanakan dengan periode minimal 2 bulan yang biasanya jatuh pada liburan semester setelah tingkat 3 selesai.

Nah kebetulan karena kemarin-kemarin gue cuma ngajuin permohonan KP di salah satu vendor telekomunikasi sebut saja H**uawei dan sialnya ternyata ditolak menjelang awal mulainya periode KP, jadilah gue cukup kelabakan mulai cari tempat KP lain di akhir. Di samping memang akhir bulan Mei kemarin gue lagi sibuk-sibuknya bantu acara pameran karya gitu di kampus, jadilah gue setuju aja saat bokap nawarin buat ngajuin KP di salah satu operator telekomunikasi yang paling indones*ia karena selain ada kenalan, relatif masih bisa dijangkau jaraknya, dan ada temen juga ternyata yang udah keterima KP disitu. Nah karena itu semua, jadilah selama 2 bulan kemarin (3 Juni - 31 Juli) gue merasakan kerja praktik di head office T**elkomsel di daerah gatot subroto.

Then, let the stories begin..

July 19, 2013

Someone In My Past.

Seseorang dari masa lalu.

Selalu ada ya orang kayak gini di kehidupan kita kalo dipikir-pikir.

Pastilah.

Well then, let me say hello to you for the second time.



The next question is: 
Will there be another who comes after you?
Don't want to know for sure.
 

June 23, 2013

As Simple As That

"Dek, dulu pernah ya Mami cerita kalo Mami tuh bahagia banget sampe dia bilang rasanya gak napak lagi kaki ini di bumi pas denger pengumuman kamu juara umum sesekolah waktu SD. Mami gak nyangka kalo kamu tuh pinter ternyata hehe."

Hem. Padahal cuma sebuah SD sederhana pinggir kota.
Bahkan bukan yang tebaik yang pernah gue berikan menurut gue.
Gak ada yang istimewa sedikitpun kecuali jarak tempuh tersingkat dari rumah.

Hal simple ternyata bisa bikin mereka sebahagia itu.

Mungkin satu atau bahkan 10 toko bunga super indah yang lo borong pun belum bisa ngalahin perasaan bangga dan bahagia di hati mereka saat mereka bisa berbagi cerita kepada teman-teman mereka (secara implisit) bahwa mereka telah berhasil mengantarkan putra-putrinya ke jalan terbaik yang bisa mereka upayakan.

Sekarang tinggal gimana cara terbaik gue menjalaninya.

Suatu Malam Beberapa Hari Lalu

R: Kayaknya banyak banget deh temen gue yang punya adik di kelas 3 SMA sekarang. Kayak si ini, si itu, si ono, dan si ino juga. Banyak deh. Jadinya banyak juga bapak-bapak yg lagi pusing bantuin perjuangan anaknya. Kayak si om B juga kan.
H: Iya, emang lagi musimnya ujian kan, pada kebingungan deh mau pilih PTN apa. Kayaknya cuma papi deh bapak yang gak perlu pusing mikirin gituan.
R: Kenapa? Karena punya anak kayak gue ya? Hahaha *geer*
H: Yeee..
Seberuntung itu ternyata gue dulu ya hehe. Yah paling nggak sekali dalam hidup gue, pernah ada saatnya gue bisa membahagiakan kedua orang tua gue, in person, bukan dengan materi atau hadiah apapun, hanya dengan hal kecil yang bahkan gue baru tau belakangan. Hamdallah.
Terima kasih banyak, ya Allah.

June 20, 2013

IYAAA!! TIDAAAAKKK!! EH, BISA JADI!!!!


 Edisi Sayur Lodeh

 Yang ini edisi Kursi Nyetrum

p.s.: Tampaknya ekspresi muka dan panjang pendeknya suara sangat memegang peranan penting dalam membantu pasangannya menjawab ya. Yah suka-suka lu ajalah hahaha.

Places To Go Before Getting Older #1

Bukit Moko, Jawa Barat, Indonesia

Dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah, Indonesia

Ngarsopuro Night Market, Jawa Tengah, Indonesia

Yogyakarta dan sekitarnya, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia

Bukit Kubu, Sumatera Utara, Indonesia

Tempat menarik buat didatengin di Indonesia emang gak akan pernah abis sih gue rasa. Budaya dan alamnya emang luar biasa kaya sob. Suatu saat sebelum tua harus pernah jalan-jalan ke tempat di atas. It's a must hap hap!

source: google.co.id

June 16, 2013

.

"Kita tidak dilahirkan untuk egois memilih mau dilahirkan dimana, di keluarga siapa, dan seperti apa."
"Kita juga tidak akan pernah bisa mengubah masa yang udah lewat kan."
"Kita, disini, sekarang ini, hanya diminta membuat hari ini menjadi lebih baik, begitu pula dengan hari-hari setelahnya."
"Jadi, jangan pernah menyesali apa yang telah kamu lakukan."
"Perbaiki di masa yang akan datang."
"Jangan hanya mengeluh yang memang tidak perlu."
Mengutip perkataan kakak gue, "Kalo soal keimanan bolehlah kita liat ke atas, kalo kehidupan dunia lalu liatlah ke bawah. Dengan begitu kita lebih mudah untuk mensyukuri segala sesuatunya."

June 14, 2013

Morning talks.

Selanjutnya G adalah gue dan H adalah kakak gue (Helen)
Gue (G) : Kak, isi lagi dong bagelannya.
Helen (H) : Beli dimana?
G : Lah itu bukannya elo yang beli?
H : Bukan. Itu dari om 'A' buat tombay. Cuma biasa kan tombay, cuma mau dikasih makanan sama orang-orang tertentu aja.
G : Ohiya? Hem kayaknya gengsi gue turunan dari tombay deh kalo gitu.
H : Eh nggak boleh tau kayak gitu sama saudara sendiri. Lagian kapan lo pernah gengsi? Gue gak pernah liat tuh.
G : Ya berarti gue gengsinya gak sama saudara.
H : Iya. Tapi gak tau deh bakat lo rempong banget kalo mau pake baju tuh turunan dari mana *nyepet*
G : Ya dari elo laahh. Helloooo! Lo gak inget dulu kalo lo mau pergi pasti meninggalkan kamar kayak kapal pecah gitu? Cuma bedanya gue lebih rapi.
H : *hening* *bener juga*
Obrolan pagi kakak beradik yang kebetulan sedang akur.