November, 19th 2013
Tue: 6:45 PM
Hari ini kembali mendengar kabar serupa.
Entah memang bertaburan semenjak tidak ada lagi mami,
atau hanya aku yang mulai aware dengan hal ini.
Entah mengapa sakit rasanya mendengar kabar duka darimanapun asalnya.
Entah memang bertaburan semenjak tidak ada lagi mami,
atau hanya aku yang mulai aware dengan hal ini.
Entah mengapa sakit rasanya mendengar kabar duka darimanapun asalnya.
Seperti sedikit banyak mengerti bagaimana rasa sakitnya ditinggalkan.
Rasa-rasanya begitu banyak dibenturkan dengan hal seperti ini,
Rasa-rasanya begitu banyak dibenturkan dengan hal seperti ini,
kabar duka dan rasa kehilangan.
Apa artinya ini?
Apa ini cara-Mu mengingatkanku yang masih sering lalai ini?
Jika ya, terima kasih atas peringatan dan perhatiannya.
Jika ya, terima kasih atas peringatan dan perhatiannya.
Tapi satu hal lagi yang sekarang aku mohon pada-Mu,
bolehkah Engkau "memperhalus" teguran-Mu?
Dan bisakah itu tidak dengan menyakiti orang-orang tersayangku?
6:56 PM
Mungkin ini memang takdir.
Kenapa gue hari ini memilih baju lengan panjang dibanding kaos biasa.
Kenapa gue tadi sebelum berangkat belajar malah memilih sepatu dibandingkan memakai sendal walaupun tempat yang dituju berjarak dekat dari kosan.
Kenapa gue memilih membawa charger lengkap walau tau belum tentu terpakai.
Kenapa hari ini super membosankan gaktau mau ngapain tapi males juga mikirin akademik.
Ya, mungkin karena ini.
Gue ditakdirkan memilih semua itu untuk akhirnya pulang ke Jakarta dengan sopan buat menjenguk om yang sejak belasan hari lalu terbaring di ICU dan belum sempat terjenguk karena "kesibukan" gue semata. Ya, karena "kesibukan" gue sendiri, gue kembali masuk dalam state "terlambat".
Dan ternyata memang selalu ada kata terlambat dalam setiap kesempatan.
6:56 PM
Mungkin ini memang takdir.
Kenapa gue hari ini memilih baju lengan panjang dibanding kaos biasa.
Kenapa gue tadi sebelum berangkat belajar malah memilih sepatu dibandingkan memakai sendal walaupun tempat yang dituju berjarak dekat dari kosan.
Kenapa gue memilih membawa charger lengkap walau tau belum tentu terpakai.
Kenapa hari ini super membosankan gaktau mau ngapain tapi males juga mikirin akademik.
Ya, mungkin karena ini.
Gue ditakdirkan memilih semua itu untuk akhirnya pulang ke Jakarta dengan sopan buat menjenguk om yang sejak belasan hari lalu terbaring di ICU dan belum sempat terjenguk karena "kesibukan" gue semata. Ya, karena "kesibukan" gue sendiri, gue kembali masuk dalam state "terlambat".
Dan ternyata memang selalu ada kata terlambat dalam setiap kesempatan.