Satu post lagi sebelum memulai kuliah hari ini mungkin shabby kali ya
Akhir-akhir ini berbagai kejadian bikin gue linglung menghadapi hidup. Dulu, gue pikir kejadian cem gini cuma adanya di TV, atau paling nggak gue rasa gak akan pernah gue alami. Makin kesini makin sadar aja emang hidup tuh kadang di atas, kadang di bawah. Dulu lo bisa hahahihi, sekarang bisa jadi huahuha.
Dulu rasanya hidup gue aman tentram aja, walau sebenarnya don't just a book by its cover tuh berlaku dalam berbagai hal. Toh senyum bukan berarti bahagia, atau nangis belum berarti sedih kan? Kalo diibaratkan nilai, hidup gue belakangan ini tuh, 70-85-90-65-60-30. Makin hari makin linglung. Balik ke Bandung udah cem pelarian gini. Sendiri dan dengerin musik udah jadi hobi lagi. Kuliah sama organisasi ibarat formalitas kehadiran aja. Tawa dan senyum orang lain udah gak begitu menular di hidup gue saat ini.
Mulai kuliah, malesnya gak ketulungan. Jarang-jarang malesnya semales ini seumur-umur. Cari kesenangan dan cari kesibukan mungkin salah satu jalannya, tapi toh ya gak menyelesaikan masalah. Rasanya makin jauh sama semua orang. Sampai kemarin, gue masih merasa hidup gue makin mengalami degradasi (widiihh sabi kan bahasa gue :p). Rasanya tuh, mungkin gak ada lagi hidup yang lebih buruk dari yang gue sedang alami sekarang.
Dua hari kemarin, banyak tokoh penginspirasi hidup yang gue dengarkan kisahnya. Yaa paling nggak, dapetlah ya ketawa dikit haha. Kemarin, gak ada yang begitu istimewa, selain semburat langit Bandung yang berwarna orange dan senyumnya yang terlihat sangat bahagia waktu itu, yang jujur membuat gue bertanya-tanya dan kangen akan memori yang pernah tercipta. Dan pagi ini, gue menemukan sebuah semangat yang masih ada dalam diri gue, jauh di dalam sana, yang walaupun gue harus berusaha menggali untuk menemukannya, tapi paling nggak kan masih ada. Hehe.
Pagi ini juga gue berusaha berkali-kali menanamkan di diri gue bahwa banyak hidup orang lain yang lebih tidak beruntung dan bahkan jauh lebih sulit dari hidup gue saat ini. Bahwa Tuhan tidak akan memberi cobaan kepada seorang umatNya melebihi kemampuannya. Bahwa setiap sakit selalu ada obatnya. Dan bahwa yang perlu gue lakukan saat ini hanya berusaha, bersabar, dan bersyukur.
Salam.
---------
n.b.: Paling nggak saat ini teman-teman di sekitar gue lagi pada bahagia setelah kesedihan yang silih berganti berlalu-lalang dalam kehidupan kami masing-masing. Mungkin gue emang belum bisa merasakannya saat ini, tapi setidaknya gue turut bahagia buat kalian yang lagi cimpiliminyi. Haha. Glad to know you all.
Oya satu lagi, rasanya saat ini Tuhan lagi kangen "pacaran" sama gue jadinya Dia menyentil gue agar gue bisa kembali mengadu padaNya.