Posisi yang hampir sama dengan foto sebelumnya. Berbelas-belas tahun kemudian. Dan nyokap makin cantik, makin putih, dan makin sayang keluarganya.
Walaupun mami ga akan sempet liat aku secara langsung diwisuda, kerja, menikah, dan punya anak nantinya. Dan walaupun aku rasa belum sempat membalas semua kebaikan dan kasih sayang mami selama ini. Dan walaupun aku ga sempat menemani mami disaat-saat terakhir dalam hidup mami, tapi satu hal pasti yang ga perlu lagi ada keraguan. Aku sayang mami, ga kalah sama seberapa mami sayang aku. Goodbye mom, pasti ini yang terbaik. Disana kan mami sehat, jadi ga perlu minum obat lagi hehehe :) . And we will always love you, more that you think :*
--------------
n.b.: yang cukup bikin gue sedih adalah beberapa waktu yang lalu gue pernah ngajak kakak gue via telpon buat backpacking ke Yogya berduaan aja tapi ternyata kakak sibuk kerja ga bisa ditinggal. Beberapa hari kemudian nyokap nelpon bilang, “Dek, kamu mau ke Yogya? Yuk kita liburan bareng ke Yogya sama papi juga hehe.”. Sesaat setelah itu yang gue pengen malah bukan liburan, melainkan kesembuhan buat mami. Gue ga peduli lagi seberapa gue pengen liburan atau hal lainnya kalo udah mikirin kesehatan keluarga gue, apalagi mami. Gue emang mungkin ga ngerasain seberapa sakitnya dia saat itu, tapi dia masih bisa memikirkan sepotong kegiatan buat sekedar menyenangkan hati gue. And in fact, that’s the very very last call she makes for me. Just to ask me about holiday even though she might never be able to do it anymore. How much i love you more than anything in this world. Goodbye mom, hugs and kisses for me as much i can do ({}) :*