October 13, 2013

Entah Apa Namanya

Gatau apa ini namanya
Yang jelas jadi dengerin album maliq semaleman
Yang jelas jadi suka sama lagu-lagu di sriwedari
Sekian
Bye. 

October 6, 2013

Things That Really Bother Me That Much

Belakangan, bisa dibilang gue kembali masuk ke dalam fase kegelisahan hidup gue sendiri. Entah mengapa rasanya kok sulit juga ya untuk membuat hidup ini berjalan stabil dan normal-normal aja. Makin kesini makin banyak yang dipikirkan dan sedikit banyak mengganggu gue sih. Bikin jadi gelisah, bikin diri sendiri jadi gak tenang.

---

First of all, gue lagi merasa "aneh" sama temen sendiri. Jelas rasanya ada yang belum selesai sedari dulu, yang sekarang muncul lagi ke permukaan tanpa ada kejelasan dimana letak duduk persoalannya. Orang yang gue kenal dari dulu paling extrovert dalam lingkar pertemanan, sekarang diam. Bukannya menghindar, malah cenderung bersikap seolah tidak kenal. Dan hal itu yang juga membuat gue bingung sebingung-bingungnya. Di satu sisi setuju banget untuk saling memberi pelajaran, tapi kayaknya bukan dengan saling diam dan "pura-pura tidak kenal" gini deh. Kapan selesainya dong kalo gak ada yang ngomong kan. Dan jujur gue gak tahan. Gue gak tahan berada dalam posisi seperti ini. Walau dengan berat hati, gue mungkin akan lebih setuju bahwa berantem bacot-bacotan lebih baik daripada saling berdiam diri yang gak jelas ujungnya dimana.

Diminta untuk membuka pembicaraan, tapi bingung apa yang harus gue omongin. Udah abis gue curhatin ke orang yang tau duduk persoalannya. Kalo mau jujur, udah gak napsu mau marah-marah. Di samping juga emang gue bukan tipe orang yang bisa "menunjukkan emosi" secara eksplisit. Bisa-bisa kalo gue yang memulai pembicaraan, isinya minta maaf doang. Saking udah gak minat ngomonginnya. Udah gak peduli deh harga diri, sama temen sendiri ini. Toh mengalah bukan berarti kalah kan? Tapi emang ada benernya sih mending diomongin biar bisa saling mengeluarkan unek-unek, dengan harapan ke depannya bisa saling memperbaiki diri. Gak cuma orang lain, diri sendiri juga. Gue juga.
            
Yah gue tau gue pasti ada salahnya kalo gak ya gak mungkin kejadian ini terjadi. Buat pihak-pihak yang tersakiti, maaf ya. Sedalam-dalamnya. Gue akan coba memperbaiki diri ini. Yang suka sok hebat ini. Ingetin aja kalo gue kembali "berbuat salah". Tapi fyi, tolong perbaiki diri kalian masing-masing juga ya. Yah, itung-itung buat kebaikan kita sama-sama ke depannya. Dan semoga gue gak hanya bisa mengungkapkan ini dalam dunia maya aja. Semoga ada harinya masalah ini akan terselesaikan. As soon as possible.

---

Lalu, hal lainnya adalah wacana perpisahan. Bro bro gilak kali lo ya gue aja udah stres didiemin temen gue beberapa waktu, ini pula nambah-nambah wacana perpisahan segala. AAAAAAAA!!! Ada gak sih bukit terpencil di Bandung yang bisa dijangkau dan bisa diteriakin seenak jidat kayak di film-film? Sekali lagi, AAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!
           
Yak mungkin kalian berpikir gue lebay. Tapi lo gak tau kan gimana rasanya jadi gue. Gak tau kan isi kepala ini muter-muter "memaksa" gue memikirkan hal-hal yang seharusnya bisa tidak gue pikirkan. Kalo dari plus minus yang udah dibeberkan selama ini, ya mungkin banyakan plusnya, walaupun perlu ditekankan disini sekali lagi bahwa keuntungan-keuntungan itu gak bisa didapat secara instan, melainkan harus dengan usaha dan kerja keras masing-masing dari kita nantinya. Jadi, yang sekarang pro banget, saran gue besok-besok beneran dilakuin ya kalo udah fix akan terbentuk. Jangan omdo, jangan bikin orang lain kecewa.
     
Kalo dari sisi ego pribadi, jelas gue akan menjawab tidak setuju dengan wacana tersebut. Cuma ya emang argumen yang sama sekali tidak kuat, karena lebih cenderung berlandasakan perasaan, bisa dibilang tidak realistis malah, terlalu lemah.
      
Hasil ngobrol dengan seorang teman yang mungkin merasakan hal yang sama, sama sedihnya, sama merasa kehilangannya, ada quote yang menurut gue cukup bagus untuk penggambarannya.
"Gimana ya. Rasanya mungkin kayak dalam fase patah hati gitu kali ya, ibarat lo pacaran dua tahun trus tiba-tiba disuruh putus. Jadinya ya lesu gitu deh."
Hem mayan jijik sih sama kata-katanya, tapi bisa dibilang ada benernya sik. Mungkin bisa sedikit menggambarkan rasanya buat orang lain. Dan terakhir...

Udah siap ma, apa yang lo lakukan selama ini bisa dibilang gak berarti lagi?

Udah siap ma, kalo lagi nganggur nunggu kuliah gak ada HME lagi?
      
Udah siap ma, gak bisa sholat di HME lagi?
      
Udah siap ma, wisuda gak ada yang ngarak?
   
Atau mungkin lebih tepatnya..
Udah siap ma, mendapati perasaan awkward setelah diumumkan kalo akan berpisah?
   
Udah siap ma, gak bisa merasa "sebebas" itu lagi mondar-mandir ke HME?
    
Udah siap ma, "kehilangan" teman ngobrol dan kebodohan-kebodohan yang selama ini lo liat dan rasakan?
   
Udah siap ma, gak bisa supporteran seramai dulu lagi?
   
Udah siap ma, lebih mengerucutkan pertemanan?
   
Jawabannya nggak. Nggak untuk semua pertanyaan. Gue gak siap merasakan "kehilangan" yang begitu banyak. Gue mau tetap berada dalam kondisi itu, kondisi yang gue nikmati suka dukanya seperti hari-hari biasanya. Gue mungkin begitu egois mau tetap berada dalam comfort zone itu, tapi sejauh ini jauh dalam diri gue tetap belum bisa berdamai dengan perasaan "kehilangan" yang begitu banyak dan begitu besar ini.

Walaupun mungkin ke depannya gak akan sesignifikan itu perubahan yang terlihat dari luar, tapi tetap dari dalam diri ini rasanya akan banyak perubahan. Perubahan cara pandang, perubahan feel, perubahan kenyamanan, perubahan ini itu yang hanya bisa dirasakan pihak-pihak yang memang merasa kehilangan.

Yah pada akhirnya, gue sebagai manusia biasa hanya bisa berharap yang terbaik yang akan terjadi. Dan yakinlah Allah selalu mendengar doa hamba-Nya yang sedang berada dalam kesulitan.
Semoga ini memang yang terbaik.
Amin.

Bandung, October 6th 2013,


Risma S.
18110035
Electrical Telecommunication Engineering
Vice Minister of External HME ITB

Out Of Goodbyes

Maroon 5 Ft. Lady Antebellum
Out Of Goodbyes
Nice song (Y)


September 23, 2013

Halo, Selamat Bergabung!

Malam ini gue kembali pulang larut. Bedanya, agenda hari ini terjadinya cuma setahun sekali dan mungkin aja ini yang terakhir gue datangi saat masih berstatus mahasiswa. Amin. 

Yap, malam ini gue dan massa HME telah menerima 221 adik-adik baru kami secara resmi. Hamdallah setidaknya malam-malam lelah "nyuapin" kalian telah berakhir. Semoga ke depannya kalian makin pintar, makin baik, nggak ngilang, dan tetap commit dengan semua janji yang telah kalian ucapkan ataupun yang masih ada di hati kalian. Semoga juga kalian bisa lebih baik daripada angkatan saya dan bisa membawa nama baik HME ke seluruh sendi kehidupan yang akan kalian hadapi nantinya.

p.s.: Akhirnya gue memutuskan buat menitipkan jahim gue ke seorang bonita elektro yang pernah ngobrol dengan gue tempo hari. Air mukanya seneng banget pas dapet jahim (apa perasaan gue doang ya, gelap sih soalnya haha). Dan walaupun terhitung baru kenal udah bisa ngeledekin gue aja doi wkwk gutgut. Btw ada pengalaman seru juga yang gue dapatkan malam ini. Niat hati ingin kenalan sama bonita-bonita biar hilang awkward, eh yang gue dapatkan malah satu tubrukan dari seorang bonita karena dia mau meluk temennya saking senengnya dapet jahim, dikacangin sama bonita yang gue kasih jahim gara-gara temennya mau berbagi excitement dapet jahim, dan beberapa kali keinjek kaki gara-gara pada mau nyamperin temennya buat pelukan menyalurkan kebahagiaan karena dapet jahim pula. Jadi intinya, hati-hatilah dengan jahim karena bisa membuat Anda (mungkin) terluka.

Ya, ternyata tidak "seseram" itu untuk menerima kalian sebagai adik-adik gue secara resmi. Mungkin kemarin gue salah. Gue cuma bisa berharap kebahagiaan dan semangat kalian pada malam ini bertahan untuk selamanya, bahkan sampai kalian sudah tidak berada di kampus ini. Semoga janji-janji yang pernah terucap dari mulut kalian ataupun yang belum terucap tetap kalian laksanakan. Pokoknya, jangan sampe ilang-ilangan ke depannya. 
Sekali lagi, selamat bergabung!
Jaga terus dan tularkan semangat kalian ke teman-teman yang lain ya.

Ciao, 


Risma S.

September 18, 2013

Keteteran

Hai! Gue cuma lagi agak gelisah dan ingin menumpahkan sedikit keluh kesah disini.

Entah kenapa belakangan gue merasa agak keteteran. Parameternya bisa terlihat dari tugas dan to do list gue yang menumpuk sampe super banyak sekarang ini padahal sks dan kesibukan gue gak terlalu beda jauh dari teman-teman gue yang lain.

Jumlah sks yang gue ambil semester ini emang termasuk itungan banyak, cuma ya cuma beda 2 sks, harusnya gak terlalu signifikan sih perbedaannya.

Kesibukan himpunan juga emang lagi ada kerjaan sih, cuma bukan gue yang meng-handle langsung walaupun tetep ikut mikir, mengawasi, ikutan rapat juga, dan memberi saran sih. Tapi ya so far baru sebatas itu, harusnya menurut logika ya gak sibuk-sibuk amat.

Deadline kejar-kejaran rasanya membuat nafas tak teratur, baik tugas macem-macem apalagi deadline proposal TA yang didalamnya ada judul, latar belakang, indikator keberhasilan, dkk dkknya.

Rencana-rencana kehidupan yang awalnya mau gue kejar di semester ini pun rasanya mulai samar terlihat di depan karena siklus aktivitas yang mengharuskan berada di kampus dari pagi hingga larut yang tentunya sedikit banyak menyita waktu, tenaga, bahkan pikiran.

Yak, akhir kata harapan gue saat ini cuma satu. Semoga di akhir minggu ini banyak to do list gue yang sudah bisa terlaksana sehingga gue bisa mulai kembali mengatur nafas untuk menghadapi minggu depan yang tentu tidak kalah padatnya. Hamhem.
Amin.