Sore ini aku kembali
Tak dapat kupungkiri kalau aku sedang mencari
Tapi di atas sana yang kudapat hanya sekelompok awan hitam beriringan
Sepanjang jalan kusapukan pandangan hanya kelap-kelip lampu kendaraan berteman titik-titik air hujan
Mungkin asa tinggal asa pikirku, kuhela nafas dalam-dalam
Masih berharap muncul setitik sinar yang kurindukan
Tak berapa lama semburat mengetuk sudut mataku
Bukan di depan, melainkan cukup melalui pantulan
Rekfleks kubalikkan badan, lalu kudapat lebih dari sekedar yang kuharapkan
Mendadak begitu nyaman tempat ini, tak peduli seberapa sibuk sekitarku
Namun sayang, aku menyadari hal paling mendasar
Bahwa nyatanya kita berlari ke arah yang berlawanan
Tak peduli seberapa keras diperjuangkan tentu tak akan berujung pertemuan
Itu berarti semakin kencang kita berlari, semakin jauh pula kita dari kata kita
Kemudian terdiam aku sejenak
Mungkin pantulan memang wujud terbaik darinya agar tetap bisa menemani perjalanan ini
Lalu kuputuskan untuk memulai dengan cukup berjalan
Atau bahkan merangkak
Agar aku bisa menikmati pantulannya lebih lama lagi
Bersama menghadapi perjalanan ini
Perjalanan yang tidak pernah sama arahnya sejak awal
Dalam tiap detik kehidupan
Hingga kita sampai di tujuan kemudian
Sincerely,
An Overthinker's mind
No comments:
Post a Comment