February 21, 2012

What? AGAIN?

Yak halo dulu setelah kemaren sempet "ngambek" gara-gara hal gituan. Tapi setelah dipikir-pikir yaudahlah ya toh emang blog ini ranah publik gitu kan jadi ya bebas siapa aja mau baca mah sok atuh. Cuma mungkin emang kemaren lagi sensitif aja jadinya ya gitu deh moodnya jadi senggol bacok haha yakali.

Di tengah ke-hectic-an minggu ini, mari mulai bekerja dengan deadline, keprofesionalan, dan tanggung jawab. Akademik? Ya hem semoga tidak tertinggal. Dan semoga yang telah direncanakan bisa terlaksana dengan baik sebaik-baiknya.

Satu hal lagi terjadi hari ini. Begitu cepat. Entah udah berapa kali gue mengalaminya selama gue hidup. Dan lagi-lagi, voila! Tuhan emang sebegitu sayangnya sama gue sepertinya. Buktinya sampe saat ini gue masih bisa ngeblog tanpa ada lecet sedikitpun aja loh. Ckck hamdallah!

-------

n.b.: Heh nyed, kangen anjir. Semoga kita tidak kehilangan lo untuk kedua kalinya. AMIN.

February 16, 2012

Jam Bodoh

Jam 23.00 - 04.00. Jam yang paling jujur dalam satu hari kehidupan menurut gue. Emang sih menurut selentingan yang ada, jam segini tuh harus bobo demi kesehatan diri. Cuma ya gimana yaa hahaha samps. Pagi ini dapet sesuatu yang lain, mulai dari "ngobrol iseng" dengan beberapa orang sampai pada ya mungkin bisa dibilang mendapat teman dan cerita baru. Topiknya ya mungkin bisa cimpi bisa serius bisa seru, cem macemlah, semua hal bisa keluar kayanya kalo udah masuk jam bodoh. HAHAHHA! What a life!

----------

n.b.: orang bilang kalo mau mulai mengenal orang lain, buka dulu barrier diri kita sendiri, sampai pada akhirnya orang tersebut akan membuka barrier kepunyaannya juga.
Btw, karena "obrolan" pagi ini juga, jadi makin kangen sama temen gue yang satu itu. Kemaren takut doi "diambil" sama kata "aktivis", eh sekarang malah takut doi "out of the club" wehehe jahat sih. Nggak kok, gue seneng kalo lo seneng, Di. :p

February 14, 2012

Siang Berabu

"Innalillahi..." rasanya enggan membuka pesan yang bikin feeling gak enak siang ini. Sejak beberapa hari yang lalu emang grup tersebut udah rame, dan keluarga gue gak akan serame itu kalo bukan keadaan yang serius. Pengalaman akhir tahun lalu, jangan anggap semua akan berjalan lancar selancar yang lo harapkan, walau harus tetap optimis, tapi toh semua memang sudah digariskan kan? Satu per satu berita seperti ini berseliweran di hidup gue belakangan ini. Apa artinya? Apa ini salah satu jalan untuk menjadi "kuat"? Atau ini hanya sekedar "tes naik tingkat"? Satu lagi sosok Ibu yang aku kenal telah berpulang siang ini. Well, semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan almarhumah diberi tempat terbaik di sisi Allah swt. Bu Salwa orang yang baik, selama gue mengenalnya dalam hidup.

Orang bilang ini hari kasih sayang. Dan Tuhan telah menunjukkan kasih sayangnya yang lain hari ini, dengan berselimut kepergian dan keihlasan.

---------

n.b.: Pasti ini memang yang terbaik. Untuk itu, gue selalu berdoa, tunjukkanlah yang terbaik.

Pertarungan Ego

Dan pagi ini gue kembali bersujud kepadaNya. Mungkin untuk memohon ampun, mengucap syukur, atau sekedar menenangkan diri.

February 11, 2012

When The Sun Goes Down

Selalu suka suasana sore hari. Waktu kecil, sore gue berarti saatnya bermain sama teman sekomplek, terlepas dari semua kegiatan hari itu dan tugas-tugas yang menunggu ditengok pada malamnya. Beranjak besar sedikit, sore gue pun mulai berganti jadi jam "bermain" di bimbingan belajar. Tapi entah kenapa gue sangat menikmatinya, mungkin karena suasana, pengajar, cara menyampaikan materi, atau teman yang selalu mendampingi saat serius maupun bercanda. Apalagi semenjak di Bandung gue makin menikmati dan menyukai sore di setiap harinya. Semburat langit yang kadang berubah warna jadi orange, semilir angin yang membuat hidup terasa lebih menyenangkan, dan segala aktivitas yang biasa dilakukan di sore hari.

Hari ini hamdallah gue kembali menikmati jam-pulang-masih-ada-matahari. Hahaha. Semester kemaren rasanya jarang banget dapet kesempatan begini, pulang kuliah saat masih ada matahari senja. Seperti biasanya, gue pulang sendiri naik ancot. Selalu merasa lebih lega dalam kondisi begini. Rasanya tuh kayak lagi dipertontonkan film kehidupan episode kesekian. Betapa banyak harapan di wajah penjual makanan agar makanannya laris hari ini, betapa ikhlas senyum seorang Ibu yang salah jalan atau tertinggal ancot, betapa canda tawa sesama buruh angkut barang dapat sejenak meredakan kegelisahan permasalahan mereka, dan betapa beberapa lembar uang ribuan seharga pajak resto terkenal dapat menghidupi sebuah keluarga kecil. Yah intinya, semua yang gue miliki terasa lebih berharga dibandingkan biasanya. Entah itu pahit atau manisnya kehidupan selama ini, gue harusnya tetap bersyukur atas semua itu.

When the sun goes down. Saat yang tepat menurut gue untuk merenung dan kembali bersyukur atas apa yang telah kita lalui selama ini. Harusnya gak ada lagi kata 'hidup gue udah yang paling hancur dari semua orang', yang ada tuh berarti kita lagi diuji buat naik ke tingkat berikutnya. Semua pasti ada hikmahnya. Percaya deh, bahwa setiap sakit pasti ada obatnya. Have a nice day ppl!

------------

n.b.: Makin hari hubungan ini makin baik. Semoga tetap baik kedepannya. Dan semoga gue bisa menyeimbangkan akademik, sosial, tanggung jawab, kesehatan, dan kepercayaan. Amin.