January 16, 2013

Ribut Dalam Keheningan

Bandung, January, 15th 2013.

Baru kali ini kayanya gue ngepost tentang supporteran. Anyway, ini adalah kali kedua gue supporteran tenis seumur hidup. Pertama, kemarin pas semifinal tunggal putra. Kedua, ya ini, siang ini. Dua kali nonton tenis dan tiap malem ngerekap skor cukup buat gue mulai megenal dan sedikit-sedikit paham tentang sistem penilaian yang dipakai dalam cabang olahraga ini. Thanks to Olimpiade dulu mungkin ya haha.

Back to topic, menurut gue dan teman gue, tenis merupakan olahraga yang elegan. Untuk itu, supporternya pun mau gamau ikutan elegan. Saat bola sedang dimainkan di lapangan, supporter harus diam tanpa suara. Gak boleh berisiklah intinya karena bisa mengganggu konsentrasi pemain mungkin ya. Kita baru boleh berisik dan menyemangati saat pemain mendapat poin dan bersiap untuk servis berikutnya. Begitulah garis besarnya.

Sedikit banyak gue yakin, hal ini tidaklah sulit untuk dilakukan oleh himpunan lain. Namun, untuk himpunan gue yang dikenal punya banyak lagu supporteran dan biasanya berisik, hal ini lumayan menyulitkan. Intinya sih gemes, karena kita biasa supporteran, bukan sekedar menonton. Supporteran paling rame, paling gilak, dan paling seru menurut gue mungkin udah biasa. Tapi kali ini beda guise, supporteran dalam diam. Gue yakin masing-masing individu yang duduk ataupun berdiri di saraga siang ini, yang notabene-nya punya jahim abu-abu yang entah dipakai atau ada di kosan sekalipun, yang kali ini bernyanyi dalam hati atau cukup mendoakan, semua mendukung satu nama, HME ITB.

Dan semua ini menghasilkan. Congrats guise, dua emas berhasil didapatkan lagi siang ini, lewat tenis tunggal putra dan tenis ganda putra. Semoga ke depannya masing banyak emas yang bisa kita raih dengan sikap tetap sportif diiringi mental juara, amin.

Mental juara, gak boleh jumawa.

------------------

p.s.: fotonya menyusul ya, tunggu aplotan dulu hehe.

January 12, 2013

Hello Yogya and Goodbye 2012!

Hai fellas! Rada basi sih postingannya tapi sayang kalo gak dijadikan 'catatan', takut kehilangan momen sih kalo sampe gak ditulis disini hehe. Jadi ceritanya gue menutup tahun 2012 kemaren dengan liburan, aheeyy! Empat hari tiga malam masih kurang rasanya buat menjelajah semua sudut kota Yogyakarta, kota kedua favorit gue di Indonesia. Dan inilah catatan gue selama di kota Yogya, kota tempat set ftv diambil sekaligus kota yang menurut gue beraura magis dan penuh kesederhanaan.

Day 1 - 271212
Hem jadi inget pertama kali naik kereta hehe. Btw it's my second time. Dan satu jam lagi harusnya nyampe Yogya kalo berdasarkan tiket, can't wait.

Day 2 - 281212
Dibawa sarapan soto daging sama pak supir aka Mas Handoko. Gile, pagi-pagi udah makan berat gini haha namanya juga liburan, anggap aja jarang-jarang (padahal sering wokwok). Abis itu lanjut perjalanan ke kaki gunung merapi tapi mampir dulu liat monyet di Kaliurang. Sampe daerah Merapi, nyewa HardTop (biar muat berlapan) trus diajak short trip muter-muter sekitaran Merapi liat-liat keganasan peristiwa 2010 silam. Warga sekitar ramah dan baik, termasuk si pak supir jeep (Pak Paryono) yang merangkap sebagai tour guide perjalanan Merapi kali ini. Syabih deh pokoknya, sulit dijelaskan serunya, wajib dicoba!

Otw Prambanan dan hampir tutup gara-gara hujan deras sepanjang perjalanan. Sepuluh menit sebelum loket tutup kita nyampe dan hamdallah masih bisa masuk walaupun cuma bentar haha. Bagus banget sekarang, terakhir kesini pas smp kayanya dan gak serapih ini dulu. Sekarang sih udah gak malu rasanya kalo dipublikasikan sebagai kawasan wisata mancanegara, azeekk!



Day 3 - 291212
Pagi-pagi seisi homestay udah pada rebutan bangun demi Gowa Pindul dan Seafood Pantai hari ini. Sayangnya gak sempet nyobain river tubing karena kebetulan pas weekend dan emang rame banget. Untungnya, masih sempet nyoba cave tubing, sabi sih, walau sayang air sungainya sedang tidak jernih karena hari sebelumnya hujan deras, tapi pemandangannya tetap sabi kok (di luar pemandangan dalam gowa yang gelap dan kayak cendol itu yak haha #ifyouknowwhatimean).

14:05 - check point 2, Pantai Sundak. Pantai pasir putih yang diapit dua tebing dan tidak seramai pantai tetangganya, Indrayanti. Airnya jernih dan pengunjung masih bisa jalan sampe ke tengah dengan hanya menggulung celana tanpa basah. Sabih ngets, makan seafood di pinggir pantai dan untungnya hari ini gak hujan. Sayang gak keliatan sunset secara jelas, adanya cuma semburat-semburat kece tapi tetep aja keren. 

20:00 - check point 3, Alun-Alun Kidul Yogyakarta. Penuh warna, terasa banget kesederhanaan dan keakrabannya. Denger lagu "ai se tu pe go" di sini jadi inget seseorang. Padahal dulunya gue benci sama lagu ini, tapi entah kenapa sekarang jadi terdengar lumayan catchy kok haha. Sayang belum sempet nyobain lewatin dua pohon beringin yang melegenda itu, next time mungkin ya.



Day 4 - 301212
Saatnya city tour dan melampiaskan "hasrat mak-mak" dalam diri delapan orang ini. Apalagi kalo bukan BELANJA! Abis selesai beribadah dan packing, langsung cabs ke Keraton dan Istana Air Tamansari. Foto dan liat-liat dikit, lanjut beli oleh-oleh mulai dari Pabrik Bakpia 25, Malioboro, sampe Pasar Bringhardjo pun tak luput dari sapuan. Istirahat bentar di sore hari sambil makan bakmi godhok Bakmi Kadin sembari nunggu kereta yang akan membawa kita kembali ke padatnya Ibukota.

Selesai.



Dan tahun 2012 gue resmi ditutup dengan kebahagian dan momen yang tak boleh terlupakan sampai kapanpun bersama kalian di salah satu kota kesukaan gue, Yogyakarta. Thanks for this moment guise, Aghia Aghniafina, Aldila Maretta, Felicia Tantiana, Dini Farida, Amalia Fadila, Louisa Ancilla, dan Mendy Laoda. Ditunggu di perjalanan berikutnya yaw *hugs* *kisses*.


----------

p.s.: Pada akhirnya gue bisa mengunjungi kota ini, walau bukan dengan orang yang dulu juga pernah ikut merencakan perjalanan bersama ke kota yang sama. Dan walau pada akhirnya kita gak sempet ketemu disini, saat ini. Gue yakin semua pasti ada saatnya, balik lagi ke kata "suatu saat". 

Sepi yang Ramai

Petang yang indah. Sekaligus sepi yang ramai, tapi tak seramai biasanya. Udah jarang rasanya liat sore setenang ini, benar perasaan yang sulit diceritakan. Jumat, Sabtu, dan Minggu silih berganti dengan mudahnya. Dan sore pun datang lagi mengiringi lelah dan kerinduan yang semakin menjalar.

------------

p.s.: Hari ini pun disambut dengan dua berita kehilangan yang cukup membuat terdiam, lagi dan lagi terus begini. Memang bukan saudara, tapi tetap saja maaf untuk segala sikap dan turut berduka untuk yang ditinggalkan.

December 24, 2012

Makin kesini makin sepi agaknya. Makin bosen. Btw, lusa udah tgl 23 loh, udah lama banget ya rasanya. Hari-hari gini malah masih ketahan di Bandung, tanpa internet, dan tanpa teman. Bingung mau ngobrol sama siapa, kok sulit banget ya rasanya.

Bisa dibilang gue masih benci hujan sampai sekarang. Dan tiap hari hujan dan hujan-hujanan, alhasil sampai sekarang masih gak bergerak dari kamar karena pilek pusing dkk. Padahal besok dibutuhkan fisik yang memadai. Huff, just wish me luck for tomorrow's match, amin.

December 18, 2012

Satu Saat

Kemaren baru aja kabur sejenak dari kepenatan uas dengan cara nonton 5 cm. Menarik, karakter tokoh menarik, pemainnya juga syabih, pemandangannya superb, dan terlebih ceritanya juga bagus. Overall, recommended banget buat ditonton. Film ini dibuat berdasarkan sebuah novel dengan judul yang sama. Pernah baca sih novelnya, dulu tapi waktu masih sma, dan menurut gue (kalo gasalah) dulu sih biasa aja ceritanya. Tapi sekarang dikemas dalam bentuk audio visual a.k.a film lebih syabih sih agaknya hehe. Secara keseluruhan, menurut gue fokus film ini ada di persahabatan lima orang yang ternyata ujung-ujungnya nyangkut sedikit sama kisah cinta antarbeberapa tokoh yang yah cukup tak terduga buat gue. Nilai perjuangannya dapet, sedihnya dapet, kocaknya dapet, keindahannya juga dapet sih kacos. Wajiblah ditonton film-film Indonesia yang cem gini nih haha. Worth it bahkan kok buat ditonton berkali-kali juga.

Semeru, Mahameru, Ranukumbolo, dan segala perintilannya dalam film ini entah mengapa mengingatkan gue sama seseorang. Seseorang yang saat ini mungkin bisa dibilang “asing” di kehidupan gue. Seseorang yang sejauh gue tau, berkeinginan besar untuk kesana suatu saat. Seseorang yang mungkin gue harapkan masih mau jadi teman baik gue, entah kapan.
Mungkin suatu saat, yap suatu saat.