May 6, 2013

Kyaa Mocca~

Focal Point 2013 was really awesome! Kacos sih keterlaluan suka banget sama konsep berikut guest starnya. Walaupun sesungguhnya belum bisa dibilang fans mocca banget, tapi in my opinion, genre lagunya pas banget sama suasana taman-taman gimana gitu. Sabi deh pokoknya. Cuma menurut gue agak kurang terang aja, kurang banyak lampu-lampu terutama buat di pinggiran jalan setapaknya sih heheh.


Dan dengan ini pula, gue mendukung acara tersebut diadakan tiap tahunnya. Well then, see you Focal Bandung 2014 :p 
 

May 1, 2013

Iseng.

Hai!
Besok kuis lagi loh,
Bikin citsyit lagi loh.
Ohmaygat berasa mau meledak,
Gaada abisnya ye.
Udah ah, sekian.
Bye.

April 27, 2013

Mom.

Sore yang lagi-lagi indah.

Hampir setiap sore indah begini, yang aku ingat adalah waktu bermainku bersama teman-temanku dibatasi oleh kepulanganmu dari tempat kerja. Sekedar untuk menerima pelukan, ciuman keningmu, dan ceritamu untuk menghapuskan lelahmu sehari itu dan untuk memberimu semangat keesokan harinya.

Hampir setiap sore indah begini, yang aku ingat adalah saat dimana kamu memintaku mengantarkanmu bertemu dengan teman-temanmu di blok-blok sebelah rumah.

Hampir setiap sore indah begini, yang aku ingat cuma kejadian itu. Sore dimana aku terburu-buru dalam perjalanan pulang ke Jakarta. Dimana setiap detik lebih cepat akan sangat berarti bagiku saat itu. Saat dimana orang-orang tengah menungguku, tapi yang terpenting adalah kamu. Karena sore itu, sore dimana aku terburu-buru bertemu kamu untuk terakhir kali.

Hampir setiap sore indah begini, yang kembali aku ingat adalah saat itu. Saat dimana aku menjengukmu di rumah barumu untuk pertama kali. Tempat dimana kamu benar-benar beristirahat dari semua lelah yang kamu lakukan selama ini. Tempat dimana kamu akan sehat walafiat dan bahagia selamanya. Tempat dimana aku hanya bisa memelukmu dengan doa-doaku yang kuharap sampai di telingamu, lebih baik lagi jika itu bisa meringankan bebanmu.

Hampir setiap sore indah begini, yang merasuk ke kepalaku adalah ingatan tentang betapa aku merindukanmu di setiap waktu, merindukan nasihatmu, perhatianmu, ajaranmu, ceritamu, usapanmu, suaramu, pelukanmu, dan segala sesuatu tentangmu. 

Hampir setiap sore indah begini, yang kembali aku harapkan adalah aku bisa menelponmu, bertemu langsung denganmu, memelukmu, mengabulkan semua keinginmu, menuruti semua nasihatmu, mengabarimu apa yang aku lakukan hari ini, juga bagaimana perasaanku hari ini.

Hanya untukmu, Ibu.

Rindu yang tidak akan pernah ada ujungnya.


Bandung, 27 April 2013.

 
Risma S.
 

April 16, 2013

Pretty Weird.

Hari ini, tepatnya lagi tadi siang pas gue lagi jalan melewati selasar plano menuju ke himpunan, ada ibu-ibu muda yang menyapa gue.

Ibu Muda (IM) : "Dek"
Gue (G) : (nyelosor aja jalan santai karena merasa gak kenal)
IM : "Dek dek"
G : (baru ngerasa kalo dipanggil) "Ya, kenapa Bu?"
IM: "Itu plastik gorengan ya?" (menunjuk plastik yang gue bawa)
G : "Iya" (emang kebetulan abis beli gorengan)
IM : "Saya boleh minta gak?"
G : "Hem boleh. Ambil aja, Bu. Kebetulan saya udah selesai makan." (menyodorkan plastik ke IM)
IM : (terlihat berpikir) "Gak jadi deh"
G : "Hem yaudah" (pasang tampang bingung dan bersiap balik badan)
IM : "Eh jadi deh. Makasih ya"

Kemudian, gue kembali jalan ngeloyor sampe ke himpunan sembari berdoa semoga gue gak akan kena santet atau apapun yang aneh-aneh sehabis out of nowhere ngasih gorengan ke orang aneh tak dikenal barusan. Dan sampe sekarang pun gue masih wondering sih kenapa bisa ada kejadian tadi siang ck.

April 10, 2013

Berhenti Sejenak Dan Lihat Sekeliling

Biasalah, masuk minggu sibuk, minggu praktikum dan kuis yang tiada hentinya. Tapi sebenernya kalo ditelisik lebih dalam, sibuk atau nggak kan tergantung gimana orang itu menanggapinya. Kalo emang mau dibikin sibuk ya sok, kalo mau dibikin jadi selow sih juga bisa-bisa aja. Kalo udah mulai minggu hectic cem gini, gue ya seperti biasa akan ikutan super sibuk dan sulit-diganggu-buat-yang-tidak-perlu. Belum lagi didukung kebiasaan agak panik dan perfeksionis yang gue sadari semenjak kecil.

Tapi di samping itu, kadang gue berhenti sebentar dari dunia "super sibuk gue" dan berpikir serta melihat sekeliling. Disitu gue sadar, banyak hal yang akan gue lewati begitu saja (dan mungkin sesali suatu saat) kalo gue terus begini, terus bilang ke diri gue sendiri kalo gue sibuk dan gak bisa diganggu. Bahwa di ujung sana, orangtua gue juga bertambah uban dan keriput di wajahnya sementara gue disini masih sibuk memikirkan laporan dan tugas yang minta diselesaikan cepat-cepat. Bahwa tak terasa kakak gue udah pacaran berapa tahun lamanya dan mungkin sebentar lagi akan menikah lalu tinggal di rumahnya sendiri sementara gue di sini selalu pulang malam memikirkan perihal belajar dan kemahasiswaan.

Yang tidak kalah penting juga bahwa gue dan teman-teman yang menemani gue selama di kampus gajah ini mungkin saja tidak lama lagi akan berpisah dan mengejar cita-citanya masing-masing tanpa ada kesan yang tertinggal. Akibat apa? Mungkin saja akibat selama ini kita selalu memandang diri kita sibuk padahal semua pun juga bisa dibilang begitu. Gue masih yakin tak ada hal yang tidak bisa dilakukan kalo kita emang punya keinginan yang besar. Maka, sebelum semua terlambat, sebelum kita merasa waktu berlalu begitu saja, doing fine is actually fine.

----------

Sore ini bisa dibilang sore yang agak beda. Empat jam muter-muter bertualang nyobain wisata kuliner, beli buku, ngobrol santai tanpa terganggu teknologi, dan bahkan tanpa panik perihal deadline besok. How i miss this moment and every single thing they do. Semoga kapan-kapan bisa ya duduk-duduk begini full team dan tanpa ada yang tertelan ke dunianya sendiri, dunia teknologi. Amin.

 Warm Regards,


Your Bestfriend
Risma S.