May 22, 2013

Belakangan ini rasanya mood bisa naik turun dengan mudahnya. Sedetik ini bisa sumringah, lalu disusul dengan muka kecut karena disesaki dengan berbagai pemikiran di detik selanjutnya. Aneh memang. Tapi ya inilah diri gue. Selalu suka cerita sama orang lain, berbagai macam orang dengan kepribadian dan sudut pandang berbeda. Yang tentu akan memberikan pandangan berbeda juga. Walau bukan berarti semua orang dapat cerita, bukan semua pandangan dapat diterima. Ya begitulah intinya.

Ada yang bilang kayak anak kecil. Ada yang bilang harus mengubah kebiasaan. Ada juga yang setuju-setuju aja. Mungkin apa yang gue lakukan ada benarnya, tapi kadang cara menyampaikannya yang belum benar. Kadang suka mikir juga, jadi orang kok yo hobinya nyakitin orang toh ris, ckck. Seorang teman ada yang pernah bilang ini ke gue, toh lebih baik disakitin kan daripada menyakiti. Ngena sih, banget. Dan gue rasa hampir semua orang akan lebih memilih disakiti kan daripada menyakiti. Then, how mean I am these days! Anyway, in my defense, gue gaakan menyakiti secara sadar seratus persen, atau bahasa alusnya adalah "tanpa sengaja menyakiti".

Yah sebenernya apapun masalahnya, gue akan tetap percaya sama kata-kata ini "Time will heals almost everything. If it still hurts, then what you need is more time." Dan percayalah, terkadang masalah itu timbul seiring makin dekatnya kita dengan orang lain. Karena untuk menyatukan dan/atau menolerir dua paham yang berbeda untuk dapat saling berterima tentu bukan hal yang mudah. Intinya sih, tergantung gimana kita memandangnya.

Sekian.
Maap kalo sotoy, cuma ingin mengemukakan yang ada di otak ini.

May 18, 2013

Dua hari yang lalu sempet gak sengaja duduk-duduk sore di pinggir lapangan SR sambil nunggu temen. Sekarang bersih ya, rapih. Dulu sempet beberapa hari ditumbuhi rumput yang cukup tinggi loh sampe suka ribet sendiri nyabutin durinya yang nyangkut di celana jeans. Iya dulu, pas zamannya latihan.
 How i miss softball and the team :')

May 6, 2013

Kyaa Mocca~

Focal Point 2013 was really awesome! Kacos sih keterlaluan suka banget sama konsep berikut guest starnya. Walaupun sesungguhnya belum bisa dibilang fans mocca banget, tapi in my opinion, genre lagunya pas banget sama suasana taman-taman gimana gitu. Sabi deh pokoknya. Cuma menurut gue agak kurang terang aja, kurang banyak lampu-lampu terutama buat di pinggiran jalan setapaknya sih heheh.


Dan dengan ini pula, gue mendukung acara tersebut diadakan tiap tahunnya. Well then, see you Focal Bandung 2014 :p 
 

May 1, 2013

Iseng.

Hai!
Besok kuis lagi loh,
Bikin citsyit lagi loh.
Ohmaygat berasa mau meledak,
Gaada abisnya ye.
Udah ah, sekian.
Bye.

April 27, 2013

Mom.

Sore yang lagi-lagi indah.

Hampir setiap sore indah begini, yang aku ingat adalah waktu bermainku bersama teman-temanku dibatasi oleh kepulanganmu dari tempat kerja. Sekedar untuk menerima pelukan, ciuman keningmu, dan ceritamu untuk menghapuskan lelahmu sehari itu dan untuk memberimu semangat keesokan harinya.

Hampir setiap sore indah begini, yang aku ingat adalah saat dimana kamu memintaku mengantarkanmu bertemu dengan teman-temanmu di blok-blok sebelah rumah.

Hampir setiap sore indah begini, yang aku ingat cuma kejadian itu. Sore dimana aku terburu-buru dalam perjalanan pulang ke Jakarta. Dimana setiap detik lebih cepat akan sangat berarti bagiku saat itu. Saat dimana orang-orang tengah menungguku, tapi yang terpenting adalah kamu. Karena sore itu, sore dimana aku terburu-buru bertemu kamu untuk terakhir kali.

Hampir setiap sore indah begini, yang kembali aku ingat adalah saat itu. Saat dimana aku menjengukmu di rumah barumu untuk pertama kali. Tempat dimana kamu benar-benar beristirahat dari semua lelah yang kamu lakukan selama ini. Tempat dimana kamu akan sehat walafiat dan bahagia selamanya. Tempat dimana aku hanya bisa memelukmu dengan doa-doaku yang kuharap sampai di telingamu, lebih baik lagi jika itu bisa meringankan bebanmu.

Hampir setiap sore indah begini, yang merasuk ke kepalaku adalah ingatan tentang betapa aku merindukanmu di setiap waktu, merindukan nasihatmu, perhatianmu, ajaranmu, ceritamu, usapanmu, suaramu, pelukanmu, dan segala sesuatu tentangmu. 

Hampir setiap sore indah begini, yang kembali aku harapkan adalah aku bisa menelponmu, bertemu langsung denganmu, memelukmu, mengabulkan semua keinginmu, menuruti semua nasihatmu, mengabarimu apa yang aku lakukan hari ini, juga bagaimana perasaanku hari ini.

Hanya untukmu, Ibu.

Rindu yang tidak akan pernah ada ujungnya.


Bandung, 27 April 2013.

 
Risma S.