Belakangan ini rasanya mood bisa naik turun dengan mudahnya. Sedetik ini bisa sumringah, lalu disusul dengan muka kecut karena disesaki dengan berbagai pemikiran di detik selanjutnya. Aneh memang. Tapi ya inilah diri gue. Selalu suka cerita sama orang lain, berbagai macam orang dengan kepribadian dan sudut pandang berbeda. Yang tentu akan memberikan pandangan berbeda juga. Walau bukan berarti semua orang dapat cerita, bukan semua pandangan dapat diterima. Ya begitulah intinya.
Ada yang bilang kayak anak kecil. Ada yang bilang harus mengubah kebiasaan. Ada juga yang setuju-setuju aja. Mungkin apa yang gue lakukan ada benarnya, tapi kadang cara menyampaikannya yang belum benar. Kadang suka mikir juga, jadi orang kok yo hobinya nyakitin orang toh ris, ckck. Seorang teman ada yang pernah bilang ini ke gue, toh lebih baik disakitin kan daripada menyakiti. Ngena sih, banget. Dan gue rasa hampir semua orang akan lebih memilih disakiti kan daripada menyakiti. Then, how mean I am these days! Anyway, in my defense, gue gaakan menyakiti secara sadar seratus persen, atau bahasa alusnya adalah "tanpa sengaja menyakiti".
Yah sebenernya apapun masalahnya, gue akan tetap percaya sama kata-kata ini "Time will heals almost everything. If it still hurts, then what you need is more time." Dan percayalah, terkadang masalah itu timbul seiring makin dekatnya kita dengan orang lain. Karena untuk menyatukan dan/atau menolerir dua paham yang berbeda untuk dapat saling berterima tentu bukan hal yang mudah. Intinya sih, tergantung gimana kita memandangnya.
Sekian.
Maap kalo sotoy, cuma ingin mengemukakan yang ada di otak ini.






