September 9, 2014

Selamat tanggal 9 lagi, Risma

Gue setuju sama pernyataan kalau hidup memang kadang di atas dan kadang di bawah. Ya, muter-muter aja kayak roda tergantung yang muterin rodanya lagi pengen kita di atas atau di bawah. Kadang sedih, kadang bahagia, kadang nangis, kadang juga tertawa sampe kayak orang gila.

Hari ini umur gue kembali berkurang; banyak doa terucap, ada juga hadiah, dan kasih sayang dari orang sekitar. Seneng? Pasti dong. Tapi gue jadi berpikir begini, dalam hidup ini, menurut gue paling tidak ada 2 keadaan yang pasti membuat kita merasa diliputi kasih sayang yang teramat sangat. Pertama, saat kita ulang tahun. Gue pribadi selalu senang kalau mendapat ucapan ulang tahun dari siapapun, baik itu keluarga, pacar, teman, bahkan orang yang tidak gue kenal sekalipun. Selain doa, hadiah, atau apapun itu yang mereka berikan, ada rasa lain yang gue rasakan. Rasa diingat dan dipedulikan. Rasanya ya senang aja gitu orang-orang ternyata masih inget dan memperdulikan hari lahir lo walaupun tiap tahun itu berulang, hehe.

Kedua, mungkin ketika kita mati. Untuk kasus yang ini beda ya karena kita gak bisa liat dalam keadaan fisik yang masih hidup seperti pas ulang tahun tadi. Tapi justru di momen itu, lo bisa melihat siapa aja yang memang sebenarnya tulus dan peduli pada lo gak cuma basa-basi. Di momen-momen itulah, kesetiaan orang di sekeliling lo selama ini bisa terlihat. Bener emang? Bener kok, gue udah liat contohnya beberapa kali.

Post ini gue buat bukan karena gue pengen mati atau apa ya haha, tapi lebih ke hasil pemikiran gue aja seharian ini. Ya, pada intinya sih hari ini gue bahagia terlepas dari apa yang sudah terjadi kemarin ataupun yang akan terjadi besok. Yang penting ya sebisa mungkin dinikmati aja dulu saat kita lagi bahagia, mumpung masih muda. Wk.

Anw, selamat tanggal 9 lagi!

August 17, 2014

Mungkin

Aku mungkin memang tidak tau seberapa dekat hubungan kalian dulu ataupun sekarang. Yang aku tau dan ingin aku percaya hanya apa yang keluar dari mulutmu, apa yang kamu katakan. Aku tidak menulis ini sebagai pernyataan menyudutkan atau menyalahkan, melainkan hanya ingin sekedar berbagi rasa.

Siang ini aku menemukan secarik kertas bertuliskan kata-kata yang cukup panjang, berjejeran dengan ucapan selamat dariku 5 bulan yang lalu, terpajang rapi di sana, menggelitikku untuk membaca tuntas apa isinya. Sebuah pesan. Tertanda dari seorang teman lama (?). Tertulis sebagai pesan perpisahan, tapi tidak juga (?). Mungkin lebih tepat jika dikatakan sebagai ucapan selamat, dibumbui dengan beberapa harapan. Tulisan pesan tersebut cukup membuat aku terdiam dan berpikir beberapa saat. Mengapa pilihan kata itu yang ia gunakan? Mengapa pilihan benda itu yang ia berikan? Apa hubungan kalian memang sedekat itu, atau ini hanya perasaanku yang terlampau berlebihan? Tapi aku memilih untuk tidak membahasnya denganmu. Aku memilih diam karena memang itu yang kau inginkan, bukan?

Jujur, hari ini bukanlah hari yang mudah. Kau pun mengetahuinya. Setelah melalui hari yang panjang denganmu, aku tergelitik untuk berbagi cerita ini dengan seorang teman serumah, didukung rasa penasaran apakah pemikiran ini wajar atau tidak. Aku bahkan tidak memintanya untuk berpihak, murni hanya ingin melampiaskan rasa penasaran yang membayang.

Yah pada intinya, aku mungkin memang tidak tau seberapa dekat hubungan kalian dulu ataupun sekarang. Jika diberi contoh kasus yang sama seperti ini pada hubunganku dengan seorang teman yang tentu kamu tau siapa, dengan peranku sebagai "ia" dan temanku itu sebagai "kamu", aku rasa seberapa pun aku merasa dekat dengannya, aku tidak akan sampai pada pemikiran untuk memberi hadiah seniat itu, pula tidak akan sampai pada pemikiran untuk menuliskan kata-kata serancu itu.

Tapi...
Mungkin tingkat keniatan setiap orang memang berbeda.
Mungkin hubungan kalian memang pernah lebih dari yang aku perkirakan semula.
Mungkin hal tersebut memang biasa dalam hubungan kalian.
Mungkin memang benar hadiah terakhir hingga dilakukan seniat mungkin.
Mungkin ini hanya perasaanku saja yang terlampau berlebihan.
Hanya kamu, ia, dan Tuhan yang pada akhirnya tau jawabnya.

Aku tidak berharap kamu membaca tulisan ini saat ini, tapi mungkin kamu akan menemukannya suatu saat nanti. Semoga saat membacanya, kamu diberikan kelapangan hati untuk tidak gegabah dalam berucap apalagi bertindak kemudian. Semoga saat itu tiba, hubungan ini masih baik-baik saja seperti sedia kala. Dan semoga saat itu tiba, kita sama-sama dapat menanggapinya dengan lebih dewasa.
Ya semoga saja.


Bandung, 16 Agustus 2014


(yang selalu mendukungmu)

August 10, 2014

Friends: My Point of View

This post is dedicated to you, a great friendship that already made me this way. Thanks for laugh we've shared, story we've told, fight we've belong, journey we've been through, and years that contains so many moments to remember someday.

Ajeng Putri Lenggogeni
Orang yang menurut gue punya talenta super banget kalo bisa dimanfaatkan dengan bijak, bahkan gak kalah cerdas dari orang-orang yang selama ini dia bilang pinter melebih dia. Teman yang extrovert, bisa melonjak kegirangan dan bisa marah-marah sepersekian detik kemudian. Teman pertama yang bisa bilang gue "brengsek" dengan sepenuh hati di depan kelas pas kuliah. Makasih loh jeng telah mengenalkan gue pada banyak hal. Terima kasih telah mengajarkan gue bahwa dunia ini jauh lebih luas daripada sekedar textbook kampus, terima kasih telah secara tidak langsung mengajak gue keluar dari kecupuan gue, dan terima kasih telah mengingatkan diri gue sendiri untuk lebih serius memegang kepercayaan orang lain.

Andita Rahmi Faradina
Teman yang gue segani awalnya. Tapi itu perlahan hilang seiring berjalannnya waktu dengan segala sifat yang lo tunjukkan. Teman yang gue baru tau ternyata dibalik kecuekannya adalah orang yang sangat tidak enakkan ke orang lain. Orang yang bisa tertawa saat dikatain gendut. Teman yang enak banget buat dipeluk wokwok. Gue akan kangen cerita macem-macem sama lo dut, terutama tentang sifat yang "brengsek-brengsek" itu. Terima kasih ya lo telah mengajarkan gue bahwa egosentris itu sangatlah tidak baik, terima kasih buat semua pelipur lara selama ini, terima kasih atas semua pelukan pengobat kegundahan, terima kasih telah "menampar" gue atas kebiasaan tidak baik, dan terima kasih atas semua pelajaran hidup selama ini.

Annisa Hayuwidia
Tempat berbagi segala cerita tanpa terkecuali. Selalu bisa dipercaya dengan sepenuh hati walau belum tentu terandalkan haha. Hewan kesukaannya adalah uler entah kenapa :p. Gudangnya lelucon apapun yang tak akan pernah terpikirkan oleh gue. Gue akan selalu kangen duduk sama lo entah dimana itu kerjaannya cuma makan atau diem atau ngobrol segala sesuatu tanpa menyentuh smartphone sama sekali, Ju. Terima kasih telah mengajarkan gue untuk sejenak berhenti dari kesibukan gue dan melihat sekeliling, terima kasih mengajarkan gue bahwa kejujuran itu sangatlah penting walaupun sakit, terima kasih telah mengajak gue untuk terkadang menertawakan kehidupan, dan terima kasih telah menjadikan hidup ini lebih nikmat untuk dinikmati.

Diane Anggraeni
Gue kadang suka menganggap lo adik kecil gue walaupun kalo dari segi umur nggak sih, Di hehe. Bisa dibilang paling cengeng dari teman lain yang gue tau. Kalo yang ini introvert banget sampe-sampe suka nangis aja sendiri tanpa orang lain tau kenapa. Banyak yang gak dia suka dari mulai gelap sampe roti, tapi sesungguhnya gue kagum sama lo karena lo sangat serius sama apa yang lo lakukan di. Teman yang bikin gue berbusa nanyain sepupu gue soal kesehatan walaupun gue suka gak ngerti apa yang sesungguhnya diomongin. Si kecil yang suka membuat teman-teman sekitarnya merasa kehilangan akibat ditelan kesibukan setelah tingkat 2 kuliah. Gue akan kangen cerita sampe pagi di kamar lo mulai dari ngomongin orang sampe ngomongin diri sendiri, Di. Terima kasih telah mengajarkan gue bahwa introvert itu kadang bukan sesuatu yang sehat, terima kasih telah menyadarkan gue bahwa perbedaan itu nyata, terima kasih telah membuat diri gue ter-trigger untuk menjadi sebaik lo, terima kasih telah secara tidak langsung membuat gue lebih aware terhadap kesehatan, dan terima kasih telah memberi tahu gue kalo kalian selalu ada buat gue.

Dini Farida Noviyanti  
Marmut kecil yang hobinya menggelendot. Teman yang bisa-bisanya nginep di kosan orang mulu. Teman yang singgah di kosan gue selama liburan buat nonton Piala Eropa 2012 barengan. Tempatnya buku-buku sesuai selera gue dikoleksi. Suka banget makan tapi paling ogah kalo udah berhubungan sama -berry dan pisang-pisangan. Gue akan kangen bener-bener nonton bola bareng lo, Din. Terima kasih telah mengajarkan gue bahwa kejujuran itu yang perlu dijunjung, terima kasih telah secara tidak langsung mengajarkan gue bahwa perilaku sembrono itu gak akan baik buat kita, terima kasih telah mau berbagi dan mendengarkan selama ini, terima kasih telah menunjukkan pentingnya sikap terhadap suatu hal, dan terima kasih telah mengajarkan gue bahwa usaha itu benar penting.

Edo Belva Firmansyah
Teman gue yang sangat terandalkan sampe suka bikin kesel sendiri karena suka lupa bagi kerjaan. Teman yang selalu siap menemani untuk melakukan hal-hal yang baru walau kadang gak penting. Hobinya baca buku psikologi dan kalo makan pasti paling lama. Gue pasti akan kangen nonton pertunjukkan macem-macem sama lo do sampe suka digosipin sana-sini. Untung aja lo tough dan take it easy anaknya kalo digosipin haha gutgut. Semoga lo langgeng ya sama Ayuk dan jangan lupa undang gue pas nikahan kalian! Ohya, terima kasih ya udah menemani hari-hari gue saat gue muak sama rutinitas atau pertemanan lain, terima kasih udah mau gue repotin suruh ini suruh itu, terima kasih udah ngojekin gue kalo pulang malem dengan gratis wokwok, terima kasih telah mau sabar nanggepin kalo gue lagi bete, dan terima kasih atas semua pengertian dan kesabaran selama ini.

Riyanda Anggara Putra
Bisa dibilang salah satu teman makan dan ngobrol paling setia. Paling seneng bidang kaderisasi dan yang terkait dengan karakter manusia sih, i guess #sotoy haha. Salah satu teman dekat yang udah entah berapa kali kena lempar muka bete dan serangan-ngambek dari gue hehe *peace*. Gue akan kangen masa-masa makan dimanapun sambil ngobrolin ini itu mulai dari pengalaman hidup, isu terhangat tentang orang sekitar sampe orang beneran penting, atau hal-hal penting gak penting lainnya. Teman yang selalu berusaha membantu temannya yang membutuhkan pertolongan bagaimanapun keadaannya. Semoga makin sering pulang kampung ya cil besok-besok haha. Btw, terima kasih ya udah menunjukkan gue sosok sabar dan rendah hati, terima kasih udah bantuin gue di segala acara dan kesempatan, terima kasih udah berbagi gosip dan pengetahuan yang lagi in di masanya, dan terima kasih telah menunjukkan bagaimana caranya lo menjalani kehidupan yang kemudian terkadang jadi contoh buat gue, dan juga terima kasih telah menunjukkan bahwa gak ada yang lebih baik daripada memberi dan ikhlas atas apa yang telah kita berikan.


Terima kasih sekali lagi kepada kalian yang telah membuat gue bisa menceritakan potongan-potongan dalam diri dan kehidupan gue. Yang selama ini cuma tersimpan jauh di dalam hati dan pikiran gue sendiri.
Terima kasih telah membuat gue lebih mudah dan tenang dalam menghadapi kehidupan.
Terima kasih telah membantu gue melewati semua kesulitan.
Terima kasih telah mengajarkan dan membimbing gue dalam setiap kesempatan.
Terima kasih, semoga kalian mendapatkan hal yang lebih baik dari yang pernah sengaja atau tidak sengaja kalian berikan pada gue.
Terima kasih dan sampai berjumpa kembali, teman-teman.
Semoga kita sama-sama sukses menjalani apapun yang ada di depan kita masing-masing.



  Bandung, 21 September 2013
Salam hangat,

Risma S.



February 18, 2014


Indeed, you just need to say..

 anything.

February 9, 2014

I'm trying, but..

And to be honest, it hurts me that well.

Whatever i saw this evening.

Yep, it still. 

---

n.b.: Happy belated birthday, mom. I'm sorry that i didn't make it today.